Benarkah Berat Badan Lahir Rendah Bisa Memicu Stroke Saat Dewasa?

Momuung.com – Saat hamil, sebagian besar Mommy tentu fokus memastikan Si Kecil lahir sehat dan tumbuh optimal. Namun tahukah Mommy, kondisi bayi saat lahir ternyata tidak hanya memengaruhi kesehatan di masa bayi, tetapi juga dapat berdampak hingga usia dewasa?
Sebuah penelitian terbaru dari Swedia menemukan bahwa bayi yang lahir dengan berat badan lebih rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke di kemudian hari. Temuan ini menarik perhatian banyak ahli kesehatan karena menunjukkan bahwa kesehatan sejak dalam kandungan dapat berpengaruh terhadap risiko penyakit jangka panjang.
DAFTAR ISI
Penelitian Menemukan Hubungan antara Berat Badan Lahir dan Risiko stroke
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Gothenburg, Swedia, menganalisis data lebih dari 760.000 pria dan wanita yang lahir antara tahun 1973 hingga 1982.
Para peneliti mengikuti data kesehatan peserta hingga tahun 2022 dan menelusuri kejadian stroke yang terjadi saat mereka memasuki usia dewasa muda.
Hasilnya, ditemukan sebanyak 2.252 kasus stroke yang terjadi pada usia sekitar 18-40 tahun, dengan rincian:
- 1.624 kasus merupakan stroke iskemik, yaitu stroke yang terjadi akibat penyumbatan aliran darah ke otak.
- 558 kasus merupakan stroke perdarahan intraserebral, yaitu stroke yang terjadi akibat perdarahan di dalam otak.
Setelah mempertimbangkan berbagai faktor seperti usia kehamilan dan karakteristik peserta, peneliti menemukan bahwa individu yang lahir dengan berat badan lebih rendah memiliki risiko stroke yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang lahir dengan berat badan lebih optimal.
Berat badan lahir rendah dan Risiko Stroke di Masa Dewasa
Dalam penelitian tersebut, bayi dengan berat badan lahir di bawah 3,5 kilogram diketahui memiliki peningkatan risiko stroke hingga 22 persen saat dewasa.
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin:
- Perempuan memiliki peningkatan risiko sekitar 18 persen.
- Laki-laki memiliki peningkatan risiko sekitar 23 persen.
Meski penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara berat badan lahir dan risiko stroke, bukan berarti setiap bayi yang lahir dengan berat badan rendah pasti akan mengalami stroke di kemudian hari.
Para peneliti menjelaskan bahwa berat badan lahir rendah merupakan salah satu faktor risiko yang dapat berkontribusi terhadap kesehatan jangka panjang, bersama dengan berbagai faktor lainnya seperti pola makan, aktivitas fisik, tekanan darah, hingga gaya hidup saat dewasa.

Mengapa Berat Badan Lahir Bisa Berpengaruh pada Kesehatan Jangka Panjang?
Selama berada di dalam kandungan, tubuh bayi sedang membangun berbagai organ penting, mulai dari otak, jantung, paru-paru, hingga sistem pembuluh darah. Proses ini membutuhkan pasokan nutrisi dan oksigen yang cukup agar pertumbuhan janin berlangsung optimal.
Ketika pertumbuhan janin terhambat sehingga bayi lahir dengan berat badan lebih rendah, tubuhnya dapat melakukan berbagai bentuk adaptasi untuk bertahan dan tetap berkembang di dalam kandungan. Para peneliti meyakini bahwa adaptasi ini dapat memengaruhi cara kerja metabolisme, tekanan darah, sensitivitas insulin, serta kesehatan jantung dan pembuluh darah di kemudian hari.
Karena itu, berat badan lahir sering dianggap sebagai salah satu indikator yang dapat memberikan gambaran tentang kondisi pertumbuhan janin selama kehamilan. Meski tidak menentukan kesehatan seseorang secara mutlak, berbagai penelitian menunjukkan bahwa berat badan lahir yang lebih rendah dapat berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa penyakit kronis saat dewasa, termasuk penyakit kardiovaskular dan stroke.
Inilah mengapa menjaga kesehatan selama kehamilan, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi langkah penting untuk mendukung kesehatan Si Kecil, tidak hanya saat lahir tetapi juga hingga masa depan.
Cara Membantu Mencegah Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah
Tidak semua kasus berat badan lahir rendah dapat dicegah karena beberapa kondisi dipengaruhi faktor medis tertentu. Namun, Mommy tetap bisa melakukan berbagai langkah untuk membantu mendukung pertumbuhan janin selama kehamilan.
1. Rutin Melakukan Pemeriksaan Kehamilan
Pemeriksaan kehamilan secara rutin atau antenatal care (ANC) sangat penting untuk memastikan kesehatan Mommy dan tumbuh kembang si Kecil tetap terpantau dengan baik selama kehamilan. Melalui pemeriksaan ini, dokter atau bidan dapat mendeteksi berbagai risiko sejak dini, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat bila diperlukan.
Menurut rekomendasi Kementerian Kesehatan RI, ibu hamil dianjurkan menjalani pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali selama masa kehamilan, yaitu:
- 2 kali pada trimester pertama (0–12 minggu) untuk memastikan kondisi kehamilan, menghitung usia kehamilan, serta mendeteksi faktor risiko sejak awal.
- 1 kali pada trimester kedua (13–27 minggu) untuk memantau pertumbuhan janin dan kesehatan ibu.
- 3 kali pada trimester ketiga (28 minggu hingga menjelang persalinan) untuk memantau perkembangan janin, posisi bayi, serta mempersiapkan proses persalinan.
Selama pemeriksaan kehamilan, tenaga kesehatan biasanya akan memantau beberapa hal penting, seperti:
- Pertumbuhan dan perkembangan janin.
- Berat badan dan kondisi gizi ibu.
- Tekanan darah ibu.
- Detak jantung janin.
- Posisi dan ukuran janin sesuai usia kehamilan.
- Tanda-tanda komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia, anemia, atau gangguan pertumbuhan janin.
Pemeriksaan yang dilakukan secara teratur membantu memastikan Si Kecil mendapatkan lingkungan terbaik untuk tumbuh di dalam kandungan. Selain itu, pemantauan yang rutin juga dapat membantu menurunkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah maupun berbagai komplikasi kehamilan lainnya.
2. Penuhi Kebutuhan Nutrisi Selama Hamil
Selama kehamilan, kebutuhan nutrisi Mommy akan meningkat karena tubuh tidak hanya memenuhi kebutuhan diri sendiri, tetapi juga mendukung pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil di dalam kandungan. Asupan gizi yang cukup berperan penting dalam membantu pertumbuhan janin, mendukung perkembangan organ-organ vital, serta membantu menurunkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.
Beberapa nutrisi penting yang perlu dipenuhi selama kehamilan antara lain:
- Protein (sekitar 60–75 gram per hari)
Protein dibutuhkan untuk pembentukan sel, jaringan, otot, dan organ tubuh janin. Nutrisi ini juga membantu pertumbuhan plasenta dan peningkatan volume darah selama kehamilan.
Sumber protein yang baik antara lain:- Telur
- Ikan
- Daging tanpa lemak
- Ayam
- Tahu dan tempe
- Susu dan produk olahannya
- Asam Folat (600 mcg per hari)
Asam folat sangat penting terutama sejak awal kehamilan karena berperan dalam pembentukan otak dan sumsum tulang belakang janin. Kekurangan asam folat dapat meningkatkan risiko cacat tabung saraf pada bayi.
Sumber asam folat:- Sayuran hijau
- Alpukat
- Jeruk
- Kacang-kacangan
- Suplemen kehamilan sesuai anjuran dokter
- Zat Besi (27 mg per hari)
Selama hamil, kebutuhan zat besi meningkat karena tubuh memproduksi lebih banyak darah untuk mendukung pertumbuhan janin. Asupan zat besi yang cukup membantu menurunkan risiko anemia pada ibu hamil.
Sumber zat besi:- Daging merah
- Hati (sesuai anjuran dokter)
- Ayam
- Ikan
- Bayam
- Kacang-kacangan
- Kalsium (1.000 mg per hari)
Kalsium berperan penting dalam pembentukan tulang dan gigi janin. Jika asupan kalsium kurang, tubuh dapat mengambil cadangan kalsium dari tulang Mommy.
Sumber kalsium:- Susu
- Yogurt
- Keju
- Ikan teri
- Tahu yang diperkaya kalsium
- Sayuran hijau
- Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat menjadi sumber energi utama selama kehamilan. Pilih sumber karbohidrat yang kaya serat agar membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mengurangi risiko sembelit.
Contohnya:- Nasi merah
- Oatmeal
- Kentang
- Ubi
- Roti gandum
- Lemak Sehat dan Omega-3
Lemak sehat membantu perkembangan otak, mata, dan sistem saraf janin. Salah satu jenis yang penting adalah DHA, yang banyak ditemukan pada ikan laut rendah merkuri.
Sumbernya antara lain:- Salmon
- Sarden
- Tuna dalam jumlah yang aman
- Alpukat
- Kacang-kacangan
- Biji chia dan flaxseed
Selain memperhatikan kualitas makanan, Mommy juga perlu memastikan kebutuhan cairan tercukupi dengan minum sekitar 2,3-3 liter cairan per hari atau menyesuaikan dengan anjuran dokter. Kombinasi nutrisi yang seimbang dan pemeriksaan kehamilan rutin dapat membantu mendukung pertumbuhan janin secara optimal hingga waktu persalinan tiba.
3. Hindari Rokok, Alkohol, dan Narkoba
Paparan rokok, alkohol, maupun zat terlarang selama kehamilan dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, termasuk gangguan pertumbuhan janin dan berat badan lahir rendah.
Karena itu, penting untuk menghindari paparan zat-zat tersebut selama masa kehamilan.
4. Kelola Kondisi Kesehatan yang Dimiliki
Jika Mommy memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan tiroid, pastikan untuk melakukan kontrol rutin sesuai anjuran dokter agar kehamilan tetap terpantau dengan baik.
Kesimpulan
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa berat badan lahir rendah dapat berkaitan dengan peningkatan risiko stroke di kemudian hari. Meski begitu, penting untuk diingat bahwa risiko stroke tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Berbagai aspek, mulai dari kondisi selama kehamilan, proses persalinan, hingga gaya hidup setelah dewasa, juga turut berperan dalam memengaruhi kesehatan jangka panjang seseorang.
Karena itu, menjaga kesehatan selama masa kehamilan menjadi salah satu langkah penting yang dapat dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil secara optimal. Mommy dapat memulainya dengan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, memenuhi kebutuhan nutrisi harian, serta menerapkan gaya hidup sehat sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Selain mempersiapkan kesehatan selama kehamilan, memahami berbagai pilihan persalinan juga dapat membantu Mommy merasa lebih siap menghadapi hari kelahiran Si Kecil. Jika Mommy ingin mengetahui berbagai posisi melahirkan yang dapat membantu proses persalinan menjadi lebih nyaman, yuk baca juga artikel Jangan Asal Telentang! Ini 5 Posisi Melahirkan yang Direkomendasikan.
Ingat ya, Mom, setiap langkah kecil yang dilakukan selama kehamilan merupakan investasi berharga untuk mendukung kesehatan dan masa depan Si Kecil.
Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.









