Jangan Panik! Ini Tanda Bayi Sedang Mengalami Fase Leap

Momuung.co.id – Si Kecil yang biasanya tenang tiba-tiba jadi lebih rewel, sering menangis, susah tidur, atau terus ingin digendong? Kondisi ini sering membuat banyak orang tua khawatir dan bertanya-tanya apakah bayi lapar, ASI kurang, atau ada masalah tertentu yang sedang dialaminya.
Padahal, tidak selalu demikian, Mom. Pada fase tertentu, bayi memang bisa mengalami perubahan perilaku karena sedang melalui fase perkembangan yang sangat pesat. Fase ini sering dikenal sebagai Wonder weeks atau leap, yaitu masa ketika otak si Kecil sedang belajar banyak kemampuan baru sehingga ia membutuhkan lebih banyak kenyamanan dan dukungan dari orang tuanya.
Lalu, apa sebenarnya wonder weeks? Kapan fase ini biasanya terjadi, dan bagaimana cara mendampingi si Kecil agar lebih nyaman melewatinya? Buibu, baca selengkapnya di artikel ini ya!
DAFTAR ISI
Apa Itu Fase Leap dan Mengapa Bayi Menjadi Rewel?
Mungkin Mommy pernah mendengar istilah leap atau Wonder Weeks saat mencari penyebab bayi yang tiba-tiba menjadi lebih rewel. Pada dasarnya, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan periode ketika bayi sedang mengalami perkembangan yang sangat cepat. Di tahun pertama kehidupannya, otak si Kecil terus belajar mengenali dunia di sekitarnya, mulai dari wajah orang tua, suara, cahaya, hingga kemampuan menggerakkan tubuhnya sendiri (HiPP UK, 2025).
Saat sedang melalui fase perkembangan tersebut, beberapa bayi bisa menunjukkan perubahan perilaku yang membuat orang tua khawatir. Misalnya:
- Lebih sering menangis atau tampak rewel tanpa penyebab yang jelas
- Ingin digendong atau berada dekat dengan Mommy lebih sering dari biasanya
- Pola tidur berubah, seperti lebih sering terbangun atau sulit tidur siang
- Menyusu lebih sering untuk mencari rasa nyaman dan kedekatan dengan orang tua
- Lebih mudah terkejut atau terlihat sensitif terhadap suara dan lingkungan sekitar
- Tampak sedang berlatih keterampilan baru, misalnya lebih sering menendang, berguling, meraih benda, atau mengamati sekelilingnya
Perubahan-perubahan ini umumnya merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang normal. Karena itu, jika si Kecil mendadak menjadi lebih rewel selama beberapa hari, Mommy tidak perlu langsung berpikir bahwa ASI kurang atau tidak mengenyangkan. Selama berat badan bayi bertambah sesuai usianya, frekuensi buang air kecil tetap cukup, dan ia terlihat aktif saat terjaga, kondisi tersebut lebih sering berkaitan dengan proses perkembangan bayi daripada masalah pada produksi ASI.
Mengenali Tanda 3C yang Sering Muncul Saat Bayi Memasuki Fase Leap
Mungkin Mommy pernah mendengar istilah 3C (Crying, Clingy, dan Cranky) yang sering digunakan untuk menggambarkan perubahan perilaku bayi saat memasuki fase leap atau periode perkembangan yang pesat. Meski tidak semua bayi mengalaminya dengan cara yang sama, beberapa perubahan perilaku berikut memang cukup sering terlihat ketika si Kecil sedang belajar dan mengembangkan kemampuan baru sesuai usianya (The Wonder Weeks, n.d.).
Crying (Lebih Sering Menangis)
Saat perkembangan otak berlangsung dengan cepat, bayi dapat menjadi lebih sensitif terhadap berbagai stimulasi di sekitarnya. Akibatnya, si Kecil mungkin lebih mudah menangis atau tampak rewel meskipun sudah disusui, diganti popoknya, dan berada dalam kondisi sehat. Tangisan ini sering kali merupakan cara bayi menunjukkan bahwa ia sedang beradaptasi dengan banyak hal baru yang sedang dipelajarinya.
Clingy (Lebih Sering Minta Digendong)
Pada periode ini, sebagian bayi juga menjadi lebih sering mencari kedekatan dengan orang tuanya. Si Kecil mungkin terlihat lebih tenang saat dipeluk, digendong, atau berada dekat dengan Mommy. Hal ini merupakan respons yang normal karena kontak fisik membantu bayi merasa lebih aman dan nyaman ketika sedang menghadapi berbagai pengalaman baru dalam proses tumbuh kembangnya.
Cranky (Lebih Mudah Rewel)
Bayi juga bisa terlihat lebih sensitif dan mudah berubah suasana hati dibandingkan biasanya. Misalnya, si Kecil lebih cepat bosan saat bermain, mudah frustrasi ketika tidak berhasil meraih benda yang diinginkan, atau tampak lebih sulit ditenangkan. Pada beberapa bayi, perubahan ini juga bisa disertai pola tidur yang menjadi kurang teratur atau frekuensi menyusu yang meningkat.
Selain tanda 3C, Mommy mungkin mulai melihat kemampuan baru yang muncul setelah periode rewel ini berlalu. Misalnya bayi mulai lebih sering mengoceh, mengikuti pergerakan benda dengan matanya, meraih mainan, berguling, atau menunjukkan ketertarikan yang lebih besar terhadap lingkungan sekitar. Kemampuan-kemampuan tersebut merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang normal pada tahun pertama kehidupan.
Kabar baiknya, perubahan perilaku ini umumnya hanya bersifat sementara, Mom. Seiring si Kecil semakin terbiasa dengan kemampuan barunya, ia biasanya akan kembali lebih tenang dan nyaman menjalani aktivitas sehari-harinya.

Cara Membantu Bayi yang Sedang Lebih Rewel atau Mengalami Perubahan Perkembangan
Perubahan perilaku pada bayi memang bisa membuat Mommy bingung dan lelah. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu si Kecil merasa lebih tenang sekaligus mendukung proses perkembangannya.
1. Berikan Lebih Banyak Pelukan dan Kedekatan
Saat bayi sedang rewel, hal yang paling dibutuhkan sering kali bukan mainan baru atau cara khusus, melainkan rasa aman dari orang tuanya. Menggendong, memeluk, melakukan skin-to-skin contact, atau menyusui saat bayi menunjukkan tanda lapar dapat membantu membuatnya merasa lebih tenang dan nyaman.
Beberapa hal yang bisa Mommy coba:
- Menggendong atau memeluk si Kecil saat ia terlihat gelisah atau sulit ditenangkan.
- Melakukan skin-to-skin contact untuk membantu bayi merasa lebih nyaman dan rileks.
- Menyusui sesuai kebutuhan bayi, terutama saat ia menunjukkan tanda lapar atau membutuhkan kenyamanan.
- Menjaga rutinitas harian yang konsisten, seperti jadwal tidur, mandi, atau waktu bermain agar bayi lebih mudah beradaptasi.
2. Ajak Bayi Bermain Sesuai Tahap Perkembangannya
Selain membutuhkan kenyamanan emosional, bayi juga sedang belajar banyak hal baru setiap harinya. Karena itu, Mommy bisa mengajaknya bermain dan bereksplorasi melalui aktivitas sederhana yang sesuai usia.
Beberapa stimulasi yang bisa dilakukan antara lain:
- Memberikan tummy time saat bayi terjaga dan dalam pengawasan
- Mengajak bayi melihat mainan berwarna kontras atau berbunyi lembut.
- Mengajak bayi mengobrol, bernyanyi, atau melakukan kontak mata saat bermain.
- Memberikan kesempatan bagi bayi untuk bergerak dan mengeksplorasi lingkungan yang aman. ‘
Stimulasi sederhana yang dilakukan secara rutin sering kali bermanfaat dibandingkan aktivitas yang terlalu banyak atau terlalu kompleks bagi bayi.
Menjaga kenyamanan bayi saat bermain maupun tidur juga tidak kalah penting. Jika si Kecil tampak lebih mudah terbangun atau tidur kurang nyenyak, pastikan lingkungan tidurnya tetap aman dan nyaman. Mommy juga bisa memahami lebih lanjut tentang posisi tidur bayi yang sehat melalui artikel “Risiko Bayi Tidur dengan Mulut Terbuka yang Sering Tidak Disadari Orang Tua” agar kualitas istirahat si Kecil tetap terjaga selama masa pertumbuhannya.
Kesimpulan
Menghadapi fase leap memang bisa terasa melelahkan, terutama ketika si Kecil menjadi lebih rewel, sering terbangun, atau ingin terus digendong. Namun, kondisi ini biasanya hanya sementara dan merupakan bagian dari proses tumbuh kembangnya. Di masa seperti ini, pelukan, respons yang hangat, dan perhatian dari orang tua dapat membantu bayi merasa lebih aman dan nyaman saat beradaptasi dengan berbagai kemampuan barunya.
Yang terpenting, Mommy tidak perlu buru-buru menyalahkan diri sendiri ketika si Kecil lebih sering menangis atau tampak sulit ditenangkan. Setiap bayi memiliki ritme perkembangan yang berbeda. Tetap dampingi si Kecil dengan penuh kesabaran dan nikmati setiap pencapaian kecil yang mulai ia tunjukkan setelah fase ini berlalu. Kalau si Kecil sedang mengalami fase serupa, yuk bagikan pengalaman Mommy di kolom komentar. Siapa tahu cerita Mommy bisa membantu dan menguatkan orang tua lainnya.
Sumber
- Centers for Disease Control and Prevention. (2026). CDC’s developmental milestones. https://www.cdc.gov/act-early/milestones/index.html
- HiPP UK. (2025). Understanding baby development leaps. https://www.nhs.uk/best-start-in-life/baby/learning-to-talk/first-sounds-0-to-6-months/
- The Wonder Weeks. (n.d.). Developmental leaps in babies. https://thewonderweeks.com/leaps/
Tonton video edukasinya di sini yuk, Mom!
Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.









