Kantor Belum Punya Ruang Laktasi? Ini Hak Ibu Menyusui

Momuung.com – Kembali bekerja bukan berarti Mommy harus berhenti memberikan ASI untuk Si Kecil. Agar tetap bisa menyusui secara optimal, ibu bekerja membutuhkan Ruang laktasi di tempat kerja yang nyaman, bersih, dan privat untuk memerah ASI. Sayangnya, hingga kini masih banyak perusahaan yang belum menyediakan fasilitas tersebut. Padahal, keberadaan ruang laktasi bukan sekadar pelengkap, melainkan hak ibu menyusui yang dapat mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
DAFTAR ISI
- Ruang Laktasi Bukan Sekadar Fasilitas, tetapi Hak Ibu Menyusui
- Masih Banyak Ibu Bekerja yang Belum Mendapatkan Ruang Laktasi
- Apa Dampaknya Jika Kantor Tidak Menyediakan Ruang Laktasi?
- Apa yang Bisa Mommy Lakukan Jika Kantor Belum Memiliki Ruang Laktasi?
- Tetap Jaga Produksi ASI Meski Sudah Kembali Bekerja
- Kesimpulan
Ruang Laktasi Bukan Sekadar Fasilitas, tetapi Hak Ibu Menyusui
Ruang laktasi adalah ruangan khusus yang disediakan untuk ibu menyusui agar dapat memerah, menyimpan, atau memberikan ASI dengan aman, nyaman, dan menjaga privasi.
Di Indonesia, hak ini telah diatur dalam beberapa peraturan.
Berdasarkan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, pekerja perempuan yang masih menyusui berhak mendapatkan kesempatan yang layak untuk menyusui atau memerah ASI selama jam kerja.
Selain itu, Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 15 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui dan/atau Memerah ASI juga mewajibkan setiap tempat kerja menyediakan:
- waktu yang cukup untuk memerah atau menyusui,
- ruang laktasi yang bersih dan nyaman,
- fasilitas pendukung untuk menyimpan ASI.
Artinya, menyediakan ruang laktasi di tempat kerja bukan hanya bentuk kepedulian perusahaan, tetapi juga merupakan kewajiban sesuai peraturan yang berlaku.
Masih Banyak Ibu Bekerja yang Belum Mendapatkan Ruang Laktasi
Meski aturan sudah ada, kenyataannya masih banyak ibu menyusui yang kesulitan menemukan tempat yang layak untuk memerah ASI saat bekerja.
Sebuah survei yang dilakukan Mamava dan Medela pada Mei 2025 terhadap hampir 3.000 orang tua menunjukkan bahwa 1 dari 3 orang tua yang menyusui belum memiliki akses ke tempat memerah ASI di tempat kerja, meskipun perlindungan hukum mengenai hak tersebut sudah diberlakukan di Amerika Serikat.
Survei yang dikutip oleh Parents ini juga menemukan bahwa banyak ibu bekerja masih menghadapi berbagai tantangan, seperti:
- tidak tersedianya ruang laktasi yang memadai,
- kurangnya dukungan dari lingkungan kerja,
- belum memahami hak menyusui di tempat kerja,
- kesulitan mempertahankan target pemberian ASI setelah kembali bekerja.
Menurut Sascha Mayer, Co-Founder dan Chief Experience Officer Mamava, hambatan seperti sulitnya menemukan ruang pumping yang layak masih menjadi tantangan besar bagi banyak orang tua yang menyusui.
Apa Dampaknya Jika Kantor Tidak Menyediakan Ruang Laktasi?
Tidak tersedianya ruang laktasi bukan hanya membuat Mommy merasa tidak nyaman, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan ibu, kelancaran menyusui, hingga produktivitas kerja.
1. Produksi ASI Berisiko Menurun
Agar produksi ASI tetap lancar, payudara perlu dikosongkan secara rutin, baik melalui menyusui langsung maupun pumping sesuai jadwal. Jika Mommy sering menunda atau melewatkan sesi memerah ASI karena tidak memiliki ruang laktasi yang nyaman, tubuh akan menerima sinyal bahwa kebutuhan ASI berkurang. Lama-kelamaan, produksi ASI pun dapat menurun.
Selain itu, payudara yang terlalu penuh juga dapat meningkatkan risiko beberapa masalah menyusui, seperti:
- bendungan ASI (breast engorgement),
- saluran ASI tersumbat,
- mastitis atau infeksi payudara yang dapat menimbulkan nyeri dan demam.
2. Mommy Lebih Mudah Merasa Stres
Memerah ASI seharusnya dilakukan dalam kondisi yang tenang dan nyaman. Namun, jika setiap hari Mommy harus mencari ruangan kosong, memompa ASI di mobil, atau bahkan di toilet, tentu hal ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan tekanan emosional.
Menurut Leah Tribus, BSN, RN, IBCLC, konsultan laktasi bersertifikat internasional, kurangnya dukungan dari tempat kerja dapat membuat ibu merasa frustrasi, sedih, bahkan kesulitan mempertahankan target menyusui yang telah direncanakan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi semangat Mommy dalam menjalani perjalanan menyusui.
3. Bayi Bisa Kehilangan Manfaat ASI Secara Optimal
Ketika produksi ASI mulai menurun karena jadwal pumping yang tidak teratur, dampaknya juga dapat dirasakan oleh Si Kecil. Bayi mungkin tidak mendapatkan ASI dalam jumlah yang optimal, padahal ASI merupakan sumber nutrisi terbaik sekaligus mengandung antibodi yang membantu melindungi bayi dari berbagai penyakit.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa bayi yang secara konsisten mendapatkan ASI perah cenderung lebih jarang mengalami sakit dan membutuhkan kunjungan ke dokter.
Jika Mommy sedang mempersiapkan Si Kecil menerima ASI perah selama ditinggal bekerja, jangan lupa pelajari juga Cara Melatih Bayi Minum ASIP dengan Botol agar Tidak Bingung Puting. Dengan persiapan yang tepat, proses transisi dari menyusu langsung ke ASIP dapat berjalan lebih nyaman tanpa mengganggu keberhasilan menyusui.
4. Perusahaan Juga Bisa Merasakan Dampaknya
Menyediakan ruang laktasi bukan hanya bentuk kepedulian terhadap karyawan, tetapi juga investasi bagi perusahaan. Lingkungan kerja yang ramah bagi ibu menyusui dapat membantu karyawan merasa lebih nyaman, fokus, dan produktif saat bekerja.
Sebaliknya, jika kebutuhan ibu menyusui tidak didukung dengan baik, perusahaan juga berpotensi menghadapi berbagai dampak, seperti:
- produktivitas karyawan yang menurun,
- meningkatnya angka turnover atau pergantian karyawan,
- bertambahnya biaya kesehatan,
- menurunnya kepuasan dan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.
Karena itu, menyediakan ruang laktasi yang layak bukan hanya memberikan manfaat bagi Mommy dan Si Kecil, tetapi juga menjadi langkah positif dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, inklusif, dan mendukung kesejahteraan seluruh karyawan.
Apa yang Bisa Mommy Lakukan Jika Kantor Belum Memiliki Ruang Laktasi?
Jika tempat kerja belum menyediakan ruang laktasi, Mommy tetap memiliki hak untuk mengajukan permohonan kepada perusahaan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Ajukan permintaan secara tertulis kepada bagian HR atau atasan agar disediakan ruang khusus untuk memerah ASI, bukan menggunakan toilet.
- Berikan usulan solusi, misalnya memanfaatkan ruang rapat yang tidak digunakan, ruang kosong, atau ruangan kecil yang memiliki pintu, kunci, dan stopkontak.
- Simpan dokumentasi seluruh komunikasi terkait permintaan tersebut sebagai arsip.
- Apabila perusahaan tetap tidak memberikan hak yang seharusnya, Mommy dapat mencari informasi mengenai mekanisme pengaduan sesuai ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.
Tetap Jaga Produksi ASI Meski Sudah Kembali Bekerja
Selain memiliki akses ke ruang laktasi, Mommy juga perlu menjaga pola pumping secara teratur agar produksi ASI tetap optimal.
Jangan lupa untuk:
- memerah ASI setiap 2–3 jam atau mengikuti jadwal menyusui bayi,
- mencukupi kebutuhan cairan setiap hari,
- mengonsumsi makanan bergizi seimbang,
- mengelola stres dan mencukupi waktu istirahat.
Bila diperlukan, Mommy juga dapat melengkapi kebutuhan nutrisi selama menyusui dengan Susu Mylkflow Mom Uung. Susu ini diformulasikan khusus untuk ibu hamil dan menyusui dengan kandungan protein, vitamin, mineral, serta ekstrak katuk, ekstrak kelor, dan Saccharomyces cerevisiae yang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian sekaligus mendukung produksi ASI sebagai bagian dari pola makan sehat.
Kesimpulan
Ruang laktasi di tempat kerja bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi merupakan hak setiap ibu menyusui yang bekerja. Keberadaan ruang yang aman, bersih, dan nyaman membantu Mommy memerah ASI secara rutin sehingga produksi ASI tetap terjaga dan Si Kecil tetap mendapatkan manfaat ASI secara optimal.
Jika tempat kerja belum memiliki ruang laktasi, jangan ragu untuk menyampaikan kebutuhan tersebut kepada perusahaan. Dukungan dari lingkungan kerja, ditambah pola pumping yang konsisten, asupan nutrisi yang cukup, dan istirahat yang memadai, akan membantu Mommy menjalani masa menyusui dengan lebih nyaman meski sudah kembali bekerja.
Apabila Mommy memiliki kendala seputar produksi ASI, jadwal pumping, atau penyimpanan ASI perah, jangan ragu berkonsultasi dengan Konselor Menyusui Mom Uung. Mommy akan mendapatkan pendampingan dan edukasi yang sesuai agar perjalanan menyusui tetap lancar dan lebih percaya diri.
Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.








