Bukan Cuma untuk Bayi, Menyusui Juga Baik untuk Mental Ibu Lho!

Momuung.co.id – Menyusui ternyata bukan cuma bermanfaat untuk tumbuh kembang si Kecil, tetapi juga bisa membantu menjaga kesehatan mental Mommy setelah melahirkan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menyusui memiliki risiko lebih rendah mengalami stres, kecemasan, hingga depresi postpartum.
Karena itu, setiap proses menyusui yang Mommy jalani sebenarnya juga menjadi bentuk self care untuk diri sendiri, lho. Yuk, cari tahu Manfaat menyusui untuk kesehatan mental Mommy dan fakta menarik lainnya di artikel ini ya, Buibu!
DAFTAR ISI
Penelitian Menunjukkan Menyusui Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Mental Ibu
Ternyata, manfaat menyusui tidak hanya dirasakan oleh si Kecil, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan mental ibu setelah melahirkan. Penelitian menemukan bahwa ibu yang menyusui secara rutin cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami stres, kecemasan, dan depresi postpartum dibanding ibu yang tidak menyusui atau berhenti lebih awal.
Dalam studi yang dipublikasikan di BMJ Open, peneliti memantau kondisi ibu selama beberapa tahun setelah melahirkan dengan melihat pola menyusui, kondisi emosional, hingga gaya hidup sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses menyusui dapat membantu ibu merasa lebih tenang, lebih rileks, dan mendukung kestabilan suasana hati selama masa postpartum (Figueiredo et al., 2014).
Menyusui Lebih Lama Dikaitkan dengan Risiko Stres dan Cemas yang Lebih Rendah
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa durasi menyusui yang lebih panjang berkaitan dengan kondisi emosional ibu yang lebih baik setelah melahirkan. Ibu yang memberikan ASI eksklusif dan menyusui lebih lama cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami depresi dan kecemasan postpartum dibanding ibu yang berhenti menyusui lebih awal.
Peneliti juga menemukan bahwa proses menyusui dapat membantu tubuh melepaskan hormon yang membuat ibu merasa lebih rileks dan tenang. Efek ini bisa semakin optimal jika dibarengi dengan pola hidup sehat seperti istirahat cukup, makan bergizi, aktif bergerak, dan mendapatkan dukungan emosional dari pasangan maupun keluarga selama masa menyusui (Fallon et al., 2016).
Mengapa Menyusui Bisa Menjadi Pelindung Mental Jangka Panjang?
Menyusui ternyata bukan cuma bermanfaat untuk tumbuh kembang si Kecil, tetapi juga bisa membantu menjaga kesehatan mental ibu dalam jangka panjang. Saat bayi menyusu, tubuh Mommy secara alami melepaskan hormon yang membantu tubuh terasa lebih rileks dan nyaman. Penelitian menunjukkan bahwa proses menyusui berkaitan dengan penurunan tingkat stres dan membantu memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi.
Beberapa manfaat menyusui untuk kesehatan mental Mommy antara lain:
- Membantu tubuh lebih rileks
Saat menyusui, tubuh melepaskan hormon oksitosin yang membantu Mommy merasa lebih tenang dan nyaman setelah menyusui.
- Membantu mengurangi stres dan rasa cemas
Hormon yang keluar selama menyusui diketahui dapat membantu menurunkan respons stres pada tubuh sehingga Mommy lebih mudah merasa rileks.
- Memperkuat bonding dengan si Kecil
Kontak fisik dan kedekatan saat menyusui membantu membangun hubungan emosional yang lebih kuat antara ibu dan bayi.
- Membantu menjaga kesehatan mental setelah melahirkan
Beberapa penelitian menemukan bahwa pengalaman menyusui yang positif dapat membantu menurunkan risiko depresi dan kecemasan postpartum pada ibu.
Meski begitu, pengalaman menyusui setiap ibu tentu bisa berbeda-beda. Karena itu, Mommy juga tetap perlu mendapatkan dukungan emosional, waktu istirahat yang cukup, dan bantuan dari pasangan maupun keluarga supaya proses menyusui terasa lebih nyaman dan tidak membebani diri sendiri.

Tips Menjalani Masa Menyusui dengan Lebih Tenang dan Bahagia
Perjalanan menyusui memang tidak selalu mudah, tapi Mommy juga tetap perlu menikmati setiap prosesnya tanpa terlalu membebani diri sendiri. Saat Mommy merasa lebih tenang dan nyaman, proses menyusui biasanya juga terasa lebih ringan dan menyenangkan. Yuk, coba beberapa tips sederhana berikut supaya perjalanan mengASIhi terasa lebih happy:
- Jangan terlalu keras pada diri sendiri
Tidak ada Mommy yang harus selalu sempurna setiap saat. Nikmati momen menyusui perlahan, fokus pada kedekatan dengan si Kecil, dan jangan ragu beristirahat saat tubuh mulai lelah. - Jaga asupan makan dan minum
Tubuh yang cukup nutrisi membantu Mommy tetap bertenaga selama menyusui. Pastikan kebutuhan cairan, protein, sayur, dan makanan bergizi harian tetap terpenuhi supaya tubuh terasa lebih fit. - Libatkan Ayah dalam proses merawat bayi
Menyusui akan terasa lebih ringan kalau dijalani bersama-sama. Setelah sesi menyusu selesai, Ayah bisa membantu menggendong atau menyendawakan si Kecil supaya Mommy punya waktu istirahat sejenak.
Supaya Paksu makin siap bantu bonding dan merawat bayi setelah menyusu, Mommy juga bisa share artikel ini ke Ayah: “5 Langkah Ajarin Ayah Sendawain Bayi Pakai Teknik Gerak, Ampuh Cegah Gumoh!” biar Ayah ikut belajar teknik menyendawakan bayi yang nyaman di rumah.
Yang paling penting, jangan lupa menikmati setiap momen kecil bersama si Kecil ya, Mom. Walau kadang melelahkan, proses menyusui juga menjadi bagian berharga yang membantu membangun kedekatan antara Mommy dan bayi setiap harinya. Tetap semangat menjalani perjalanan mengASIhi ya, Mommy hebat!
Sumber
- Fallon, V., Groves, R., Halford, J. C., Bennett, K. M., & Harrold, J. A. (2016). Postpartum Anxiety and Infant-Feeding Outcomes. Journal of human lactation : official journal of International Lactation Consultant Association, 32(4), 740-758. https://doi.org/10.1177/0890334416662241
- Figueiredo, B., Canário, C., & Field, T. (2014). Breastfeeding is negatively affected by prenatal depression and reduces postpartum depression. Psychological medicine, 44(5), 927-936. https://doi.org/10.1017/S0033291713001530
Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.









