5 Gerakan Stretching Ringan untuk Melatih Motorik Bayi

Momuung.co.id – Setiap perkembangan si Kecil pasti jadi momen yang paling ditunggu ya, Mom. Tapi di balik itu, banyak orang tua juga sering merasa khawatir apakah Tumbuh kembang bayi sudah sesuai usianya atau belum.
Padahal sejak newborn, si Kecil sudah bisa mulai diberikan stimulasi ringan untuk membantu otot dan gerak tubuhnya berkembang lebih optimal, salah satunya lewat Stretching bayi. Gerakan sederhana ini ternyata bisa membantu tubuh bayi lebih rileks, lentur, dan nyaman untuk belajar berbagai milestone motorik nantinya.
Yuk Mom, cari tahu manfaat stretching untuk bayi dan bagaimana cara melakukannya dengan aman di rumah. Baca selengkapnya di artikel ini ya!
DAFTAR ISI
Mengapa Stretching Penting untuk Perkembangan Bayi?
Stretching ringan bisa menjadi salah satu stimulasi sederhana yang bermanfaat untuk membantu tumbuh kembang si Kecil sejak dini, Mom. Sama seperti orang dewasa yang tubuhnya terasa lebih nyaman setelah peregangan, bayi juga membutuhkan gerakan lembut supaya otak dan tubuhnya lebih rileks setelah lama berada dalam posisi meringkuk di dalam kandungan.
Saat Mommy membantu menggerakkan tangan dan kaki bayi secara perlahan, tubuh si Kecil juga sedang belajar mengenali gerak tubuhnya sendiri. Proses ini membantu perkembangan koordinasi tubuh, keseimbangan, dan kemampuan motoriknya ke depannya. Karena itu, stimulasi gerak ringan sejak bayi dipercaya bisa membantu mendukung perkembangan seperti tengkurap, berguling, duduk, hingga merangkak nantinya (World Health Organization [WHO], 2019).
Selain membantu perkembangan motorik, stretching juga bisa menjadi momen bonding yang hangat antara Mommy dan si Kecil. Sentuhan lembut dan interaksi selama stretching biasanya membuat bayi merasa lebih tenang, nyaman, dan rileks. Yang terpenting, lakukan gerakannya secara perlahan dan jangan dipaksa ya, Mom.
Kapan Waktu Terbaik untuk Mengajak Bayi Stretching?
Supaya stretching terasa nyaman dan menyenangkan, Mommy juga perlu memilih waktu yang tepat ya, Mom. Jangan lakukan peregangan saat si Kecil sedang lapar, baru selesai menyusu, atau sudah mengantuk berat karena biasanya bayi jadi lebih mudah rewel dan tidak nyaman.
Stretching sebaiknya dilakukan saat bayi sedang tenang, rileks, dan mood-nya baik supaya gerakan terasa lebih nyaman untuk tubuhnya.
Beberapa waktu yang biasanya paling ideal untuk stretching bayi antara lain:
- Setelah mandi pagi atau sore
Setelah mandi, tubuh bayi biasanya terasa lebih hangat dan ototnya lebih rileks. Mommy juga bisa sekalian melakukan pijatan lembut agar si Kecil merasa lebih nyaman dan tenang.
- Sebelum tidur malam
Stretching ringan bisa membantu tubuh bayi lebih rileks setelah seharian aktif bergerak. Kondisi tubuh yang lebih nyaman biasanya membantu bayi tidur lebih nyenyak.
- Saat playtime atau tummy time
Ketika bayi sedang aktif bermain dan suasana hatinya baik, stretching bisa menjadi bagian dari aktivitas bonding yang menyenangkan bersama Mommy.

5 Gerakan Stretching Bayi yang Mudah Dilakukan di Rumah
Mommy bisa melakukan stretching ringan saat si Kecil sedang tenang dan nyaman. Cukup siapkan matras, kasur yang datar, atau alas lembut agar bayi bisa bergerak lebih leluasa. Yuk, ikuti 5 gerakan stretching berikut ini yang bisa Mommy lakukan di rumah:
1. Gerakan Tangan Naik Turun Arm Range of Motion
Gerakan ini membantu melatih kelenturan otot bahu, dada, dan lengan bayi.
Cara melakukannya:
- Pegang kedua tangan bayi dengan lembut
- Angkat perlahan ke arah atas kepala
- Tahan 1-2 detik
- Turunkan kembali ke samping tubuhnya
Ulangi sekitar 8-10 kali sambil mengajak si Kecil ngobrol atau bernyanyi supaya ia lebih rileks.
2. Gerakan Miring Kanan dan Kiri
Gerakan ini membantu melatih keseimbangan tubuh dan mendukung bayi belajar berguling.
Cara melakukannya:
- Baringkan bayi dalam posisi telentang
- Pegang perlahan bagian paha atau lututnya
- Miringkan tubuh bagian bawah bayi ke kanan secara perlahan
- Kembalikan ke posisi tengah
- Lakukan hal yang sama ke sisi kiri
Gerakan ini membantu tubuh bayi lebih fleksibel dan melatih koordinasi geraknya. Ulangi sekitar 5 kali untuk masing-masing sisi.
3. Gerakan Silang Tangan dan Kaki
Stretching ini membantu melatih koordinasi gerakan tubuh kanan dan kiri bayi.
Cara melakukannya:
- Pegang tangan kanan bayi
- Arahkan perlahan ke kaki kiri
- Setelah itu lakukan sebaliknya, yaitu tangan kiri ke kaki kanan
Tidak perlu dipaksa sampai benar-benar menyentuh ya, Mom. Yang penting bayi tetap nyaman selama bergerak. Ulangi sekitar 8-10 kali secara bergantian.
4. Gerakan Happy Baby Pose
Gerakan ini membantu meregangkan area pinggul dan paha bayi agar tubuhnya terasa lebih rileks.
Cara melakukannya:
- Tekuk kedua lutut bayi perlahan ke arah dada
- Biarkan telapak kaki menghadap ke atas
- Mommy bisa memegang perlahan bagian kaki bayi sambil mengajaknya bermain
Kalau si Kecil terlihat nyaman, Mommy juga bisa menggoyangkan tubuhnya perlahan ke kanan dan kiri. Ulangi sekitar 5-10 kali dengan perlahan.
5. Gerakan Mengayuh Sepeda (Bicycle Kicks)
Ini termasuk gerakan favorit banyak orang tua karena membantu bayi lebih aktif sekaligus membantu mengurangi kembung.
Cara melakukannya:
- Pegang perlahan kedua kaki bayi
- Gerakkan seperti posisi sedang mengayuh sepeda
- Tekuk kaki bergantian ke arah perut secara perlahan
Gerakan ini membantu tubuh bayi lebih rileks dan bisa membantu mengeluarkan gas di perut. Ulangi sekitar 10 kali dengan tempo santai.
Tanda Bayi Tidak Nyaman Saat Stretching
Stretching bayi memang bermanfaat untuk membantu tubuh si Kecil lebih rileks dan mendukung perkembangan motoriknya. Namun karena tubuh bayi masih rentan dan sensitif, semua gerakan perlu dilakukan dengan hati-hati ya, Mom.
Supaya stretching tetap aman dan nyaman, berikut beberapa hal penting yang perlu Mommy perhatikan:
Lakukan Gerakan Secara Perlahan dan Lembut
Saat stretching, hindari menarik tangan atau kaki bayi terlalu kuat. Gerakkan tubuh si Kecil secara perlahan dan santai supaya otot serta persendiannya tetap nyaman.
Stretching bayi tidak perlu dilakukan terlalu jauh atau terlalu lama. Yang penting, tubuh bayi tetap rileks selama bergerak.
Jangan Memaksa Gerakan Tubuh Bayi
Kalau saat digerakkan tangan atau kaki bayi terasa seperti menahan, sebaiknya jangan dipaksa ya, Mom. Biarkan tubuh si Kecil bergerak sesuai batas kenyamanannya.
Setiap bayi punya fleksibilitas tubuh yang berbeda, jadi stretching sebaiknya dilakukan mengikuti respons tubuh bayi, bukan dipaksakan.
Kenali Tanda Bayi Sudah Mulai Tidak Nyaman
Bayi biasanya akan menunjukkan tanda tertentu saat merasa kurang nyaman selama stretching. Misalnya seperti:
- Menangis tiba-tiba
- Wajah terlihat cemberut atau mengernyit
- Tubuh jadi tegang
- Memalingkan wajah
- Memberontak atau menendang terus-menerus
Kalau si Kecil mulai menunjukkan tanda-tanda tersebut, Mommy bisa langsung menghentikan stretching dan menenangkan bayi terlebih dahulu.
Kesimpulan
Stretching ringan bisa menjadi salah satu stimulasi sederhana yang membantu mendukung perkembangan motorik si Kecil sejak dini. Selain membantu tubuh bayi lebih rileks dan fleksibel, aktivitas ini juga bisa menjadi quality time yang hangat antara Mommy dan si Kecil setiap hari.
Tidak perlu terburu-buru mengejar milestone ya, Mom. Setiap bayi punya proses tumbuh kembang yang berbeda-beda. Yang terpenting, stimulasi dilakukan secara rutin, lembut, dan sesuai kenyamanan si Kecil supaya ia bisa belajar bergerak dengan lebih percaya diri.
Selain stretching, Mommy juga bisa mulai memperhatikan posisi bermain dan tidur bayi untuk membantu mendukung perkembangan bentuk kepala dan kekuatan otot lehernya. Nah, kalau Mommy ingin tahu cara yang tepat untuk membantu mengatasi kepala bayi peyang sekaligus melatih motoriknya sejak dini, yuk lanjut baca artikel 5 Cara Mengatasi Kepala Bayi Peyang dengan Tummy Time & Posisi Tidur yang Tepat supaya stimulasi si Kecil di rumah jadi makin optimal.
Yang tidak kalah penting, perjalanan merawat dan mendampingi tumbuh kembang anak juga akan terasa lebih ringan kalau Mommy punya support system yang baik di rumah. Jadi jangan lupa tetap menikmati setiap proses kecil bersama si Kecil ya, Mom.
Sumber
- MedlinePlus. (2025). Infant – newborn development. U.S. National Library of Medicine. https://medlineplus.gov/ency/article/002004.htm
- World Health Organization. (2019). Guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years of age. https://www.who.int/publications/i/item/9789241550536
Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.









