Takaran ASI Bayi Baru Lahir 0-1 Bulan (ml) + Frekuensi Menyusu yang Ideal

Momuung.co.id – Halo Mommy sayang! Selamat ya atas kelahiran si Kecil ke dunia. Gimana rasanya menjalani hari-hari pertama menjadi busui? Pasti campur aduk ya, Mom, antara bahagia tapi juga terselip rasa khawatir.
Banyak Mommy baru yang bertanya-tanya, apakah ASI yang keluar sudah cukup untuk si Kecil, apalagi kalau masih terasa sedikit dan bayi sering minta menyusu. Tenang ya, Mom. Di hari-hari awal, ASI memang keluar dalam jumlah sedikit, tapi itu sudah sesuai dengan kebutuhan lambung bayi yang masih sangat kecil.
Tubuh Mommy sebenarnya bekerja dengan sangat pintar. Produksi ASI akan menyesuaikan dengan kebutuhan si Kecil secara bertahap. Yuk, kenali lebih jauh kebutuhan ASI bayi agar Mommy bisa lebih tenang dan percaya diri menjalani proses menyusui.
DAFTAR ISI
- Kebutuhan ASI Bayi & Ukuran Lambungnya
- Hari pertama: sekitar 5-7 ml Lambung si Kecil masih seukuran kelereng. Ia hanya butuh sedikit ASI setiap kali menyusu, kurang lebih 1 sampai 1,5 sendok teh. Jadi kalau ASI Mommy masih keluar sedikit, itu sudah pas dengan kebutuhan bayi.
- Hari ketiga: sekitar 22-27 ml Lambung mulai membesar dan mampu menampung lebih banyak. Biasanya di fase ini, ASI Mommy juga mulai terasa lebih lancar sehingga kebutuhan si Kecil tetap terpenuhi.
- Hari ketujuh: sekitar 45-60 ml Di usia satu minggu, kemampuan menyusu bayi semakin baik. Lambungnya sudah lebih besar, kira-kira seukuran bola pingpong, sehingga bisa minum lebih banyak dalam satu sesi.
- Usia 1 bulan: sekitar 80-150 ml Saat memasuki usia satu bulan, lambung bayi sudah berkembang seperti ukuran telur ayam. Kebutuhan ASI pun meningkat agar si Kecil bisa kenyang lebih lama dan tetap nyaman.
- Frekuensi dan Durasi Menyusu yang Ideal
- Perhatikan Tanda Kenyang & Lapar
- Kesimpulan
- Referensi:
Kebutuhan ASI Bayi & Ukuran Lambungnya
Di awal kehidupan, lambung bayi masih sangat kecil dan akan berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu pertama. Itulah kenapa jumlah ASI yang dibutuhkan juga bertambah secara bertahap, ya Mom.
Hari pertama: sekitar 5-7 ml
Lambung si Kecil masih seukuran kelereng. Ia hanya butuh sedikit ASI setiap kali menyusu, kurang lebih 1 sampai 1,5 sendok teh. Jadi kalau ASI Mommy masih keluar sedikit, itu sudah pas dengan kebutuhan bayi.
Hari ketiga: sekitar 22-27 ml
Lambung mulai membesar dan mampu menampung lebih banyak. Biasanya di fase ini, ASI Mommy juga mulai terasa lebih lancar sehingga kebutuhan si Kecil tetap terpenuhi.
Hari ketujuh: sekitar 45-60 ml
Di usia satu minggu, kemampuan menyusu bayi semakin baik. Lambungnya sudah lebih besar, kira-kira seukuran bola pingpong, sehingga bisa minum lebih banyak dalam satu sesi.
Usia 1 bulan: sekitar 80-150 ml
Saat memasuki usia satu bulan, lambung bayi sudah berkembang seperti ukuran telur ayam. Kebutuhan ASI pun meningkat agar si Kecil bisa kenyang lebih lama dan tetap nyaman.
Pelan-pelan, tubuh Mommy dan kebutuhan si Kecil akan saling menyesuaikan. Jadi tidak perlu khawatir, setiap tahapnya sudah dirancang sempurna untuk tumbuh kembangnya.
Frekuensi dan Durasi Menyusu yang Ideal
Berapa kali sih si Kecil harus nenen dalam sehari? Secara umum, bayi baru lahir butuh menyusu sekitar 8-12 kali dalam 24 jam.
Kementerian Kesehatan menyebutkan minimal 8 kali sehari adalah tanda aman. Tapi ingat ya Mom, setiap bayi itu unik. Mommy bisa perhatikan tanda-tanda cukup ASI, seperti:
- Berat badan si Kecil naik sesuai grafik.
- Buang air kecil minimal 6 kali sehari dengan urin warna bening/kekuningan.
- Si Kecil terlihat tenang dan tertidur pulas setelah menyusu.
Untuk durasinya, rata-rata bayi menyusu selama 5-15 menit per payudara. Kalau si Kecil nyusunya terlalu lama (lebih dari 30 menit) atau malah terlalu cepat (kurang dari 5 menit), ada baiknya Mommy cek posisi pelekatan atau konsultasikan ke konselor laktasi ya.
Perhatikan Tanda Kenyang & Lapar
Jangan hanya terpaku pada angka ml ya, Mom. Kunci menyusui yang sukses adalah memahami bahasa tubuh si Kecil. Kalau ia terlihat rewel, memasukkan tangan ke mulut, atau menoleh mencari puting (rooting reflex), itu tandanya ia lapar. Sebaliknya, kalau ia sudah melepas puting sendiri dan badannya rileks, berarti ia sudah kenyang.
Setelah menyusu, biasanya bayi akan Gumoh Biasa atau Gejala GERD? Kenali Perbedaannya pada Bayi karena katup lambungnya yang belum sempurna. Selama ia tetap ceria, Mommy nggak perlu khawatir!
Kesimpulan
Percaya diri adalah kunci kelancaran ASI. Dengan memahami bahwa lambung si Kecil masih kecil, Mommy bisa lebih rileks menjalani masa-masa awal menyusui. Terus semangat meng-ASI-hi ya, Mommy sayang! Perjuangan Mommy adalah kado terindah untuk masa depan si Kecil.
Referensi:
- Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Sudah terampilkah ibu dalam menyusui bayinya?. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/27/sudah-terampilkah-ibu-dalam-menyusui-bayinya
- Medela. (n.d). How much breast milk does a baby need?. Medela. https://www.medela.com/en-us/breastfeeding-pumping/articles/power-of-breastmilk/how-much-breast-milk-does-a-baby-need
Tonton video edukasi Mom Uung di sini yuk, Mom!
Artikel Terkait
Menyusui12 Mei 2026
Mom Uung Upgrade ke Standar OHT, Hadirkan Dukungan ASI yang Lebih Teruji untuk Ibu Indonesia
Menyusui8 Maret 2026
Puasa Lancar, ASI Tetap Deras! 7 Makanan Pelancar ASI untuk Mommy
Menyusui5 November 2025
Rahasia Sukses ASI Eksklusif: Panduan Lengkap Menyusui, Memompa, dan Menjaga Produksi ASI Stabil
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.






