Penyebab ASI Keluar Meski Tidak Menyusui dan Cara Mengatasinya

Momuung.com – Pernah mendapati cairan mirip ASI keluar dari payudara padahal Mommy tidak sedang menyusui atau bahkan belum pernah hamil? Kondisi yang disebut Galaktorea ini umumnya berkaitan dengan peningkatan hormon prolaktin dan perlu dikenali penyebabnya agar dapat ditangani dengan tepat. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini, Mommy!
DAFTAR ISI
Membedah 3 Penyebab Utama Galaktorea secara Mendalam
Agar Mommy tidak khawatir, yuk kenali beberapa hal yang bisa membuat kadar hormon prolaktin meningkat dan memicu keluarnya cairan mirip ASI meski tidak sedang hamil atau menyusui.
1. Hiperprolaktinemia (Kadar Prolaktin Terlalu Tinggi)
Hiperprolaktinemia terjadi ketika kadar hormon prolaktin meningkat melebihi batas normal. Hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari di otak ini memang berfungsi merangsang produksi ASI. Kadar prolaktin dapat meningkat karena beberapa hal, seperti:
- Adanya adenoma hipofisis, yaitu tumor jinak pada kelenjar pituitari.
- Gangguan kelenjar tiroid, terutama hipotiroidisme.
- Kondisi medis tertentu yang memengaruhi keseimbangan hormon.
Untuk memastikan penyebabnya, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar prolaktin dan hormon tiroid. Penanganan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan, misalnya dengan obat penurun prolaktin atau terapi untuk mengatasi gangguan tiroid.
2. Stimulasi Payudara Berlebihan
Rangsangan yang terlalu sering pada puting dapat mengirim sinyal ke otak seolah-olah tubuh sedang menyusui, sehingga produksi prolaktin meningkat. Pemicunya antara lain:
- Kebiasaan memencet puting untuk memeriksa adanya cairan.
- Gesekan dari bra atau pakaian yang terlalu ketat.
- Stimulasi berulang saat aktivitas tertentu.
Jika ini menjadi penyebabnya, Mommy bisa mengurangi rangsangan pada payudara, memilih bra yang nyaman, dan mengenakan pakaian berbahan lembut. Keluhan biasanya akan berangsur membaik setelah pemicunya dihindari.
3. Efek Samping Obat Tertentu
Beberapa jenis obat dapat mengganggu keseimbangan hormon dan memicu peningkatan prolaktin. Contohnya meliputi obat antidepresan, antipsikotik, obat tekanan darah tertentu, dan sebagian kontrasepsi hormonal. Bila Mommy menduga keluhan muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, jangan menghentikannya sendiri. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar obat dapat dievaluasi, disesuaikan dosisnya, atau diganti dengan alternatif yang lebih sesuai. Dengan penanganan yang tepat, galaktorea umumnya dapat diatasi dengan baik.
Apa yang Perlu Dilakukan Jika Mengalami Galaktorea?
Jika Mommy atau orang terdekat mengalami galaktorea, cobalah tetap tenang. Kondisi ini sering kali merupakan tanda adanya perubahan keseimbangan hormon dan umumnya dapat ditangani dengan baik setelah penyebabnya diketahui.
- Segera berkonsultasi ke dokter. Dokter kandungan atau spesialis endokrin dapat membantu mencari penyebabnya melalui wawancara medis, pemeriksaan payudara, dan tes darah, termasuk pemeriksaan kadar prolaktin serta fungsi tiroid.
- Lakukan observasi di rumah. Bila cairan yang keluar hanya sedikit, tidak disertai nyeri, dan muncul sesekali, Mommy dapat memantau kondisinya sambil menghindari stimulasi pada puting, memakai pakaian yang nyaman, dan menjaga area payudara tetap bersih serta kering.
- Waspadai tanda bahaya. Segera periksakan diri bila cairan berwarna kemerahan atau berdarah, keluar hanya dari satu payudara, disertai benjolan, nyeri hebat, sakit kepala berat, atau gangguan penglihatan. Pada kondisi ini, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lanjutan, seperti pencitraan payudara atau MRI.
Mengenali perubahan pada tubuh sejak dini adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan hormonal. Setelah kondisi Mommy teratasi, jangan lupa tetap memperhatikan kenyamanan si kecil saat menyusu. Jika bayi tampak gelisah setelah menyusu, Mommy juga bisa membaca artikel “Bayi Terbangun dan Menangis Setelah Menyusu? Ini 4 Penyebabnya” untuk memahami penyebab yang sering terjadi dan cara mengatasinya.
Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.









