Anak Lebih Suka Menyusu daripada Makan MPASI Saat Mudik? Ini Cara Menyiasatinya

Momuung.co.id – Mudik bersama bayi atau balita memang selalu penuh cerita. Di tengah perjalanan panjang, tidak sedikit Mommy yang merasa khawatir ketika si kecil tiba-tiba lebih memilih menyusu dibanding makan MPASI.
Padahal sebelum berangkat sudah disiapkan berbagai bekal makanan. Situasi ini sebenarnya cukup sering terjadi saat perjalanan jauh, terutama karena perubahan suasana dan rutinitas anak.
Kabar baiknya, kondisi ini bukan masalah besar selama kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi. Berikut beberapa hal penting yang bisa Mommy lakukan agar perjalanan mudik tetap nyaman untuk si kecil.
DAFTAR ISI
1. Pastikan Anak Sudah Makan Sebelum Berangkat
Salah satu langkah paling sederhana namun penting adalah memberikan MPASI sebelum perjalanan dimulai.
Saat anak sudah makan terlebih dahulu, Mommy tidak perlu terlalu khawatir jika di tengah perjalanan ia hanya ingin menyusu. ASI tetap dapat membantu memenuhi kebutuhan energi sementara selama perjalanan.
Selain itu, perut yang sudah terisi juga membuat anak lebih tenang dan tidak mudah rewel saat berada di kendaraan.
2. Menyusui Langsung Bisa Jadi Pilihan Paling Praktis
Ketika berada di perjalanan, direct breastfeeding (DBF) sering kali menjadi solusi paling praktis.
Menyusui langsung membuat Mommy tidak perlu membawa terlalu banyak perlengkapan tambahan seperti botol, pompa ASI, atau wadah penyimpanan. Selain itu, menyusu langsung juga memberi rasa nyaman bagi bayi karena adanya kontak dekat dengan Mommy.
Dalam situasi perjalanan panjang seperti mudik, hal sederhana seperti ini dapat membantu menjaga anak tetap tenang.
3. Anak Bisa Menolak MPASI Karena Bosan dengan Menu
Jika anak menolak makan selama perjalanan, salah satu penyebab yang cukup sering terjadi adalah rasa bosan terhadap menu yang sama.
Untuk mengatasinya, Mommy bisa mencoba beberapa variasi sederhana seperti:
- Mengganti sumber karbohidrat (misalnya dari nasi ke kentang).
- Menambahkan topping bergizi seperti keju jika anak tidak memiliki alergi.
- Mengubah tekstur atau cara penyajian makanan agar lebih menarik.
Variasi kecil seperti ini dapat membantu meningkatkan minat makan anak, terutama ketika suasana perjalanan membuat mereka lebih mudah kehilangan nafsu makan.
4. Jika Tidak Memungkinkan, MPASI Instan Bisa Menjadi Alternatif
Saat mudik, kondisi sering kali tidak selalu ideal. Ada kalanya Mommy berada dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk menyiapkan MPASI rumahan.
Dalam kondisi seperti ini, MPASI instan yang aman dan sesuai usia anak dapat menjadi pilihan sementara.
Yang penting, tetap perhatikan porsi dan jadwal makan anak, agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi meskipun sedang dalam perjalanan.
5. Menyusu atau Mengunyah Bisa Membantu Mengurangi Mabuk Perjalanan
Beberapa anak mengalami mabuk perjalanan, terutama saat mobil melewati jalan berkelok, menanjak, atau menurun.
Aktivitas seperti menyusu atau mengunyah makanan ternyata dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman tersebut.
Jika perjalanan cukup panjang, Mommy bisa memberikan makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Cara ini membantu anak tetap nyaman tanpa membuat perutnya terlalu penuh.
Kesimpulan
Saat mudik, wajar jika anak lebih sering meminta menyusu dibanding makan MPASI. Hal ini bisa terjadi karena perubahan suasana, rasa bosan pada menu, atau kondisi perjalanan yang membuat anak kurang nyaman.
Selama Mommy memastikan anak sudah makan sebelum berangkat dan tetap mendapat asupan nutrisi selama perjalanan, kondisi ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
Agar perjalanan mudik bersama si kecil semakin nyaman, Mommy juga bisa membaca panduan lengkapnya di artikel 5 Tips Praktis Menyusui Saat Mudik Lebaran. Di sana Mommy bisa menemukan berbagai tips menyusui yang lebih praktis dan ramah perjalanan.
Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.








