Bayi Rewel Saat Tumbuh Gigi? Coba 3 Teknik Pijat Ini untuk Redakan Nyerinya

Momuung.com – Melihat Si Kecil mulai tumbuh gigi tentu menjadi momen yang membahagiakan, ya, Mommy. Namun, di balik momen spesial ini, banyak bayi menjadi lebih rewel, sulit tidur, sering menggigit benda di sekitarnya, bahkan ada yang menolak menyusu karena merasa tidak nyaman. Kondisi ini sering kali membuat Mommy ikut cemas dan kelelahan.
Tenang, Mommy. Rewel saat tumbuh gigi merupakan bagian dari proses perkembangan yang normal. Dengan memahami penyebabnya, Mommy bisa membantu meredakan rasa tidak nyaman Si Kecil melalui berbagai cara sederhana, termasuk pijatan yang aman dilakukan di rumah. Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
DAFTAR ISI
Mengapa Bayi Menjadi Rewel Saat Tumbuh Gigi?
Saat Si Kecil mulai tumbuh gigi, wajar jika ia menjadi lebih rewel dari biasanya, Mommy. Kondisi ini terjadi karena gigi susu yang sedang tumbuh perlahan akan menekan dan menembus jaringan gusi. Proses tersebut dapat membuat gusi menjadi lebih sensitif, sedikit bengkak, dan terasa nyeri sehingga Si Kecil merasa tidak nyaman (Mayo Clinic, 2024).
Setiap bayi bisa menunjukkan reaksi yang berbeda saat memasuki fase tumbuh gigi. Ada bayi yang tetap aktif seperti biasa, tetapi ada juga yang menjadi lebih sensitif dan mudah menangis selama beberapa hari.
Beberapa tanda yang sering muncul saat bayi sedang tumbuh gigi antara lain:
- Menjadi lebih rewel atau mudah menangis. Rasa tidak nyaman pada gusi membuat Si Kecil lebih mudah gelisah, terutama saat akan tidur atau menyusu.
- Sering memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut. Ini merupakan cara alami bayi untuk meredakan rasa tidak nyaman pada gusinya.
- Suka menggigit benda-benda di sekitarnya. Menggigit dapat memberikan counter-pressure, yaitu tekanan pada gusi yang membantu meredakan rasa tidak nyaman akibat proses tumbuh gigi. Itulah sebabnya banyak bayi terlihat lebih nyaman saat menggigit teether, mainan khusus untuk digigit, atau bahkan puting saat menyusu.
- Produksi air liur meningkat (drooling). Air liur biasanya menjadi lebih banyak selama masa tumbuh gigi. Hal ini merupakan respons yang normal dan sering terjadi pada bayi (HealthyChilren.org, 2025).
- Pola tidur atau menyusu berubah untuk sementara. Rasa nyeri pada gusi dapat membuat Si Kecil lebih sering terbangun di malam hari, sulit tidur nyenyak, atau menyusu lebih sebentar karena merasa tidak nyaman saat mengisap.

3 Cara Membantu Meredakan Nyeri Tumbuh Gigi dengan Pijatan Lembut
Saat tumbuh gigi, gusi Si Kecil dapat menjadi lebih sensitif, sedikit bengkak, dan tampak kemerahan sehingga terasa tidak nyaman. Kondisi ini sering membuat bayi lebih rewel, sulit tidur, atau gemar menggigit benda di sekitarnya. Kabar baiknya, Mommy dapat membantu meredakan keluhan tersebut melalui pijatan dan sentuhan lembut yang aman dilakukan di rumah.
Berikut tiga cara yang bisa Mommy coba.
1. Pijat Lembut Gusi (Gum Massage)
Salah satu cara yang paling sering direkomendasikan untuk membantu meredakan nyeri tumbuh gigi adalah gum massage atau pijatan lembut pada gusi. Saat Mommy memberikan tekanan ringan pada gusi, tekanan tersebut menghasilkan counter-pressure, yaitu tekanan yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri ketika gigi mulai menembus permukaan gusi.
Cara melakukannya:
- Cuci tangan terlebih dahulu menggunakan sabun dan air mengalir hingga bersih.
- Gunakan jari telunjuk yang sudah bersih. Mommy juga bisa membalut jari dengan kain kasa steril yang telah dibasahi air matang, kemudian diperas hingga hanya lembap, bukan basah.
- Pijat perlahan bagian gusi yang tampak membengkak menggunakan gerakan memutar selama sekitar 30 detik hingga 1 menit.
- Jika Si Kecil terlihat tidak nyaman, hentikan pijatan dan coba kembali beberapa saat kemudian.
2. Berikan Sentuhan lembut pada Pipi dan Wajah
Saat sedang tumbuh gigi, sebagian bayi menjadi lebih sensitif dan membutuhkan lebih banyak pelukan atau sentuhan dari orang tuanya. Walaupun tidak mengurangi nyeri secara langsung, sentuhan lembut dari Mommy dapat membantu menenangkan bayi sehingga ia merasa lebih nyaman dan rileks.
Cara melakukannya:
- Letakkan kedua telapak tangan dengan lembut di pipi Si Kecil.
- Usap perlahan dari area pipi menuju dagu menggunakan gerakan yang halus, perlahan, dan tanpa memberikan tekanan berlebihan.
- Lakukan sambil mengajak Si Kecil berbicara, bernyanyi, atau melakukan kontak mata agar ia merasa lebih tenang.
Sentuhan sederhana seperti ini juga menjadi bagian dari responsive caregiving, yaitu interaksi hangat antara orang tua dan bayi yang dapat membantu bayi merasa aman ketika sedang tidak nyaman.
3. Pijat Ringan Area Rahang Luar
Rasa tidak nyaman akibat tumbuh gigi terkadang membuat Si Kecil sering menggigit, mengatupkan rahang, atau menggosok pipinya. Hal ini bisa membuat otot di sekitar rahang terasa lebih tegang. Mommy dapat memberikan pijatan ringan pada bagian luar rahang untuk membantu Si Kecil lebih rileks.
Cara melakukannya:
- Letakkan ujung jari dengan lembut di bagian luar pipi, tepat di sekitar area pertemuan rahang atas dan rahang bawah.
- Pijat perlahan menggunakan gerakan melingkar kecil selama sekitar 30 hingga 60 detik.
- Gunakan tekanan yang sangat ringan agar Si Kecil tetap merasa nyaman selama dipijat. Hentikan jika Si Kecil tampak tidak nyaman.
Walaupun belum ada penelitian yang membuktikan bahwa pijatan rahang dapat mengurangi nyeri tumbuh gigi secara langsung, sentuhan lembut pada area wajah dapat membantu bayi merasa lebih tenang sehingga ia lebih mudah beristirahat.
Hal yang Perlu Mommy Perhatikan Sebelum Memijat Si Kecil
Sebelum mencoba pijatan untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman saat tumbuh gigi, ada satu hal yang paling penting untuk diingat, yaitu pastikan Si Kecil merasa nyaman.
Pijatan seharusnya membuat Si Kecil lebih rileks, bukan malah membuatnya semakin rewel. Karena itu, pilih waktu ketika ia sedang tenang dan tidak terlalu gelisah, misalnya setelah menyusu, selesai mandi, atau saat Mommy melihat suasana hatinya sedang baik.
Selama memijat, perhatikan juga respons Si Kecil ya, Mommy. Segera hentikan pijatan jika ia menunjukkan tanda-tanda seperti:
- menangis semakin keras,
- memalingkan wajah atau berusaha menjauh,
- menutup mulut rapat saat area wajah atau gusi disentuh,
- atau terlihat semakin tidak nyaman.
Kalau hal itu terjadi, Mommy tidak perlu khawatir atau memaksakan pijatan. Cukup hentikan terlebih dahulu, tenangkan Si Kecil, lalu coba lagi di lain waktu saat ia sudah lebih siap menerima sentuhan.
Ingat ya, Mommy. Yang terpenting bukan seberapa lama pijatannya dilakukan, tetapi bagaimana Si Kecil merasa aman, nyaman, dan tenang selama Mommy menemaninya melewati fase tumbuh gigi ini.
Cara Lain Meredakan Nyeri Tumbuh Gigi pada Bayi
Selain memberikan pijatan, ada beberapa cara sederhana yang juga bisa Mommy lakukan di rumah untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman saat Si Kecil sedang tumbuh gigi. Sebagian besar cara ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada gusi yang sedang bengkak sekaligus membuat Si Kecil merasa lebih tenang selama melewati fase teething (Mayo Clinic, 2024).
1. Berikan Teether yang Sudah Didinginkan
Untuk membantu meredakannya, Mommy bisa memberikan teether yang telah didinginkan di dalam kulkas. Sensasi dingin dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada gusi yang sedang meradang sehingga Si Kecil biasanya akan merasa lebih tenang.
Agar tetap aman, perhatikan beberapa hal berikut ya, Mommy.
- Simpan teether di dalam kulkas, bukan di freezer.
- Pilih teether berbahan silikon food grade atau karet alami (100% natural rubber) yang memang dirancang khusus untuk bayi.
- Hindari teether yang berisi cairan atau gel karena berisiko bocor jika rusak.
- Selalu dampingi Si Kecil saat menggunakan teether.
Jika Si Kecil sudah berusia di atas 6 bulan dan mulai menjalani MPASI, Mommy juga bisa mencoba beberapa natural teether sebagai alternatif, seperti:
- Mentimun yang sudah dikupas dan didinginkan di kulkas.
- Wortel utuh berukuran besar yang telah didinginkan (bukan dipotong kecil agar tidak mudah menjadi bahaya tersedak).
- Teether berbahan 100% natural rubber dari getah pohon Hevea.
- Mainan gigitan berbahan kayu keras alami yang tidak diberi lapisan cat atau bahan kimia tambahan, seperti kayu beech atau maple.
2. Gunakan Kain Bersih yang Didinginkan
Kalau belum memiliki teether, Mommy juga bisa menggunakan kain bersih atau washcloth sebagai alternatif.
Caranya cukup mudah. Basahi kain dengan air matang, kemudian simpan di dalam kulkas hingga terasa dingin. Setelah itu, berikan kepada Si Kecil untuk digigit di bawah pengawasan Mommy.
Selain memberikan sensasi dingin yang menenangkan, kain yang digigit juga menghasilkan counter-pressure yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada gusi.
3. Tetap Susui Si Kecil Sesuai Kebutuhannya
Saat tumbuh gigi, pola menyusu Si Kecil bisa berubah. Ada bayi yang ingin menyusu lebih sering karena aktivitas mengisap membuatnya merasa lebih nyaman. Namun, ada juga yang sementara waktu menolak menyusu atau mengalami breast refusal karena gusinya terasa nyeri.
Kalau Si Kecil sedang mengalami kondisi ini, Mommy tidak perlu langsung panik, ya. Beberapa cara berikut bisa dicoba agar ia tetap mendapatkan ASI.
- Susui saat Si Kecil sedang lebih tenang, misalnya setelah bangun tidur atau ketika rasa tidak nyamannya mulai berkurang.
- Ciptakan suasana menyusui yang nyaman dan pilih posisi menyusui yang membuat Mommy maupun Si Kecil sama-sama rileks.
- Jangan memaksa Si Kecil menyusu jika ia sedang menolak. Beri jeda sejenak, lalu coba tawarkan kembali beberapa saat kemudian.
- Jika Si Kecil masih belum mau menyusu langsung saat tumbuh gigi, Mommy dapat memberikan ASI perah menggunakan metode cup feeding (gelas kecil) agar kebutuhan ASI tetap terpenuhi. Untuk membantu meredakan nyeri gusi, Mommy juga bisa menawarkan ASI perah beku (es ASIP) yang dibungkus atau disajikan dengan aman untuk digigit bayi, serupa dengan fungsi teether. Jika keluhan berlanjut atau bayi tetap kesulitan menyusu, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi guna menentukan cara pemberian ASI yang paling sesuai dengan kondisi Si Kecil.
Perlu diingat juga, tidak semua bayi yang rewel saat menyusu disebabkan oleh tumbuh gigi. Pada beberapa kasus, Si Kecil juga bisa mengalami kesulitan melakukan deep latch atau pelekatan yang dalam sehingga proses menyusu menjadi kurang nyaman. Jika Mommy ingin mengetahui penyebabnya dan cara mengatasinya, yuk lanjutkan membaca artikel “Bayi Susah Deep Latch karena Rewel Saat Menyusu? Bisa Jadi Ini Penyebabnya”.
Kesimpulan
Tumbuh gigi merupakan bagian alami dari proses tumbuh kembang Si Kecil. Meski sering membuat bayi lebih rewel, sulit tidur, atau sementara waktu menolak menyusu, kondisi ini umumnya akan membaik seiring gigi mulai tumbuh. Untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman, Mommy bisa mencoba beberapa cara sederhana, seperti memberikan pijatan lembut, teether yang sudah didinginkan, serta tetap menyusui sesuai kebutuhan Si Kecil.
Yang terpenting, lakukan setiap cara dengan lembut dan perhatikan respons Si Kecil. Setiap bayi memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi fase tumbuh gigi, sehingga tidak perlu membandingkan perkembangannya dengan bayi lain. Dengan pendampingan dan perhatian dari Mommy, Si Kecil akan lebih nyaman melewati fase ini.
Jika selama proses menyusui Mommy masih memiliki keluhan, seperti Si Kecil menolak menyusu, pelekatan belum optimal, atau muncul tantangan menyusui lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Konselor Menyusui Mom Uung. Mommy tidak perlu melewati perjalanan menyusui sendirian karena selalu ada pendamping yang siap membantu menemukan solusi terbaik untuk Mommy dan Si Kecil.
Sumber
- HealthyChildren.org. (2025). Teething pain relief: How to soothe your baby’s discomfort. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/teething-tooth-care/Pages/Teething-Pain.aspx
- Mayo Clinic. (2024). Teething: Tips for soothing sore gums. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/teething/art-20046378
Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.









