Wajib Tahu! Ini Vaksin Ibu Hamil yang Aman dan Direkomendasikan Dokter

Momuung.com – Tahukah Mommy kalau vaksin saat hamil tidak hanya melindungi kesehatan Mommy, tetapi juga membantu memberikan perlindungan awal untuk Si Kecil sejak masih di dalam kandungan? Sayangnya, masih banyak calon ibu yang ragu karena khawatir vaksin tidak aman bagi janin. Padahal, beberapa jenis vaksin justru direkomendasikan selama kehamilan karena manfaatnya telah terbukti. Yuk, cari tahu vaksin apa saja yang dianjurkan dan mengapa penting diberikan selama hamil di artikel ini!
DAFTAR ISI
Mengapa Ibu Hamil Perlu Mendapatkan Vaksin?
Selama kehamilan, tubuh Mommy mengalami berbagai perubahan untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil, termasuk pada sistem kekebalan tubuh. Perubahan ini memang penting agar tubuh dapat menerima kehamilan, tetapi juga membuat ibu hamil lebih rentan mengalami beberapa jenis infeksi.
Jika Mommy jatuh sakit saat hamil, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Mommy, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan janin. Pada beberapa infeksi, risikonya dapat meningkatkan peluang terjadinya persalinan prematur, gangguan pertumbuhan janin, hingga bayi lahir dengan kondisi kesehatan tertentu.
Karena itulah, vaksinasi selama kehamilan menjadi salah satu cara penting untuk membantu melindungi kesehatan Mommy sekaligus si Kecil.
Saat Mommy menerima vaksin, sistem kekebalan tubuh akan membentuk antibodi untuk melawan penyakit tertentu. Menariknya, sebagian antibodi tersebut dapat diteruskan kepada bayi melalui plasenta selama kehamilan. Proses ini disebut imunitas pasif (passive immunity).
Artinya, sejak masih di dalam kandungan, Si Kecil sudah mulai mendapatkan perlindungan dari antibodi yang dibentuk oleh tubuh Mommy. Perlindungan ini sangat bermanfaat pada bulan-bulan pertama setelah lahir, ketika sistem kekebalan bayi masih belum berkembang sempurna dan belum dapat menerima semua jenis vaksin sesuai jadwal imunisasi.
Vaksin yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil
Tidak semua vaksin dapat diberikan selama kehamilan. Namun, ada beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan karena terbukti aman dan bermanfaat untuk melindungi kesehatan Mommy sekaligus memberikan perlindungan awal kepada si Kecil sejak masih di dalam kandungan.
1. Vaksin Influenza
Vaksin influenza dapat diberikan pada trimester berapa pun selama kehamilan.
Selama hamil, perubahan pada sistem kekebalan tubuh membuat Mommy lebih rentan mengalami komplikasi jika terkena flu. Pada beberapa kasus, influenza dapat berkembang menjadi pneumonia, memerlukan perawatan di rumah sakit, hingga meningkatkan risiko persalinan prematur.
Dengan mendapatkan vaksin influenza, Mommy bisa memperoleh beberapa manfaat berikut:
- Membantu melindungi tubuh dari infeksi influenza yang lebih berat selama kehamilan.
- Mengurangi risiko komplikasi yang dapat memengaruhi kesehatan Mommy maupun janin.
- Menyalurkan antibodi kepada Si Kecil melalui plasenta sehingga bayi ikut terlindungi dari influenza selama beberapa bulan pertama setelah lahir.
2. Vaksin Tdap (Tetanus, Difteri, dan Pertusis)
Vaksin Tdap dianjurkan pada setiap kehamilan, meskipun Mommy sudah pernah menerimanya pada kehamilan sebelumnya. Waktu pemberian yang paling disarankan adalah pada usia kehamilan 27-36 minggu atau trimester ketiga.
Vaksin ini membantu melindungi bayi dari tiga penyakit yang dapat berbahaya pada masa awal kehidupannya, yaitu:
- Tetanus, infeksi yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kekakuan otot yang berat.
- Difteri, infeksi bakteri yang dapat mengganggu saluran pernapasan dan menyebabkan komplikasi serius.
- Pertusis (batuk rejan), penyakit yang pada bayi baru lahir dapat menyebabkan batuk hebat, kesulitan bernapas, hingga membutuhkan perawatan intensif.
Setelah Mommy menerima vaksin Tdap, tubuh akan membentuk antibodi yang kemudian diteruskan kepada Si Kecil melalui plasenta. Dengan begitu, bayi sudah memiliki perlindungan sejak lahir sebelum ia cukup usia untuk menerima vaksin pertamanya.
3. Vaksin RSV (Respiratory Syncytial Virus)
Respiratory Syncytial Virus (RSV) adalah virus yang sering menyebabkan infeksi saluran pernapasan pada bayi dan anak-anak. Pada bayi yang masih berusia di bawah enam bulan, infeksi RSV dapat berkembang menjadi bronkiolitis atau pneumonia yang cukup serius.
Karena itu, kini tersedia vaksin RSV yang dapat diberikan kepada ibu hamil sesuai rekomendasi dokter, umumnya pada trimester ketiga.
Manfaat vaksin RSV meliputi:
- Membantu tubuh Mommy membentuk antibodi terhadap virus RSV.
- Menurunkan risiko bayi mengalami infeksi RSV berat pada bulan-bulan pertama kehidupannya.
- Mengurangi kemungkinan bayi harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat infeksi RSV.
4. Vaksin COVID-19
Vaksin COVID-19 juga direkomendasikan bagi ibu hamil karena telah terbukti aman dan efektif. Jenis vaksin yang dapat diberikan akan disesuaikan dengan rekomendasi tenaga kesehatan, seperti vaksin mRNA (Pfizer atau Moderna) maupun vaksin inactivated seperti Sinovac.
Ibu hamil yang terinfeksi COVID-19 diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi, antara lain:
- Membutuhkan perawatan di ruang ICU.
- Mengalami gangguan pernapasan yang lebih berat.
- Melahirkan secara prematur.
Dengan mendapatkan vaksin COVID-19, Mommy dapat:
- Menurunkan risiko mengalami COVID-19 dengan gejala berat.
- Mengurangi risiko komplikasi yang dapat memengaruhi kehamilan.
- Menyalurkan antibodi kepada Si Kecil sehingga membantu memberikan perlindungan pada beberapa bulan pertama setelah lahir.
Dengan mendapatkan vaksin yang direkomendasikan selama kehamilan, Mommy tidak hanya membantu melindungi kesehatan diri sendiri, tetapi juga memberikan perlindungan awal bagi Si Kecil sejak masih berada di dalam kandungan.
Setelah proses persalinan nanti, menjaga kesehatan Mommy tetap menjadi hal yang tidak kalah penting, termasuk dalam merencanakan kehamilan berikutnya sesuai kondisi tubuh. Jika Mommy sedang mempertimbangkan metode KB setelah melahirkan, yuk lanjutkan membaca artikel 5 Pilihan Kontrasepsi Setelah Melahirkan yang Aman dan Efektif untuk mengetahui berbagai pilihan yang aman, termasuk bagi Mommy yang sedang menyusui.
Bagaimana Vaksin Melindungi Bayi?
Saat lahir, sistem kekebalan tubuh bayi masih belum berkembang secara sempurna. Di sisi lain, tidak semua jenis vaksin dapat langsung diberikan pada masa bayi baru lahir. Karena itu, perlindungan dari antibodi yang berasal dari Mommy selama kehamilan menjadi sangat penting.
Ketika Mommy menerima vaksin saat hamil, tubuh akan membentuk antibodi untuk melawan penyakit tertentu. Sebagian antibodi tersebut kemudian diteruskan kepada Si Kecil melalui plasenta. Dengan begitu, bayi sudah memiliki perlindungan sejak lahir, bahkan sebelum ia mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
Perlindungan pasif ini dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain:
- Membantu melindungi bayi sejak hari pertama kehidupan. Antibodi dari Mommy menjadi “pertahanan awal” saat sistem imun bayi masih belum mampu bekerja secara optimal.
- Menurunkan risiko infeksi serius pada bulan-bulan pertama kehidupan. Perlindungan ini sangat penting terhadap beberapa penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi berat pada bayi baru lahir.
- Mengurangi kemungkinan bayi membutuhkan perawatan di rumah sakit. Penelitian menunjukkan bahwa antibodi yang diterima selama kehamilan dapat membantu menurunkan risiko rawat inap akibat penyakit tertentu, seperti pertusis, influenza, dan RSV.
- Menjadi perlindungan sementara hingga bayi siap menerima imunisasi. Antibodi dari Mommy tidak bertahan selamanya, tetapi cukup membantu menjaga Si Kecil selama masa-masa awal kehidupannya sampai jadwal vaksinasi rutin dimulai.
Apakah Vaksin Aman untuk Ibu Hamil dan Janin?
Ya, Mommy. Vaksin yang direkomendasikan selama kehamilan telah melalui berbagai penelitian dari pemantauan keamanan yang ketat sebelum digunakan secara luas. Hingga saat ini, berbagai organisasi kesehatan dunia, seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC), American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), dan World Health Organization (WHO), merekomendasikan beberapa jenis Vaksin untuk ibu hamil karena manfaatnya terbukti lebih besar dibandingkan potensi risikonya.
Secara umum, vaksin yang dianjurkan saat hamil tidak hanya membantu melindungi Mommy dari infeksi yang berisiko menyebabkan komplikasi kehamilan, tetapi juga memberikan antibodi yang dapat diteruskan kepada bayi sebelum lahir.
Setelah vaksinasi, sebagian Mommy mungkin mengalami efek samping ringan sebagai tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang membentuk perlindungan. Efek samping yang paling sering muncul meliputi:
- Nyeri, kemerahan, atau sedikit bengkak di area suntikan.
- Demam ringan.
- Pegal, lemas, atau tubuh terasa sedikit tidak nyaman selama 1–2 hari.
Keluhan tersebut umumnya akan membaik dengan sendirinya dan tidak membahayakan kehamilan.
Sebelum memberikan vaksin, dokter akan mempertimbangkan beberapa hal, seperti usia kehamilan, kondisi kesehatan Mommy, riwayat penyakit, serta jenis vaksin yang memang direkomendasikan pada masa kehamilan. Dengan evaluasi tersebut, vaksinasi dapat dilakukan secara aman dan memberikan manfaat yang optimal bagi Mommy maupun Si Kecil.
Kesimpulan
Vaksinasi selama kehamilan merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan Mommy sekaligus memberikan perlindungan awal bagi Si Kecil. Antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi akan diteruskan melalui plasenta, sehingga bayi sudah memiliki “bekal” perlindungan sejak lahir, bahkan sebelum ia menerima imunisasi sesuai jadwal.
Karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai vaksin yang direkomendasikan sesuai usia kehamilan dan kondisi kesehatan Mommy. Semakin baik perlindungan yang diberikan sejak masa kehamilan, semakin besar pula peluang Si Kecil memulai kehidupannya dengan lebih sehat.
Selain mempersiapkan kesehatan selama hamil, Mommy juga bisa mulai mempersiapkan perjalanan menyusui sejak sebelum Si Kecil lahir. Jika masih memiliki pertanyaan seputar menyusui atau ingin belajar lebih awal mengenai persiapan ASI, teknik menyusui, hingga cara menghadapi berbagai tantangan setelah melahirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi bersama konselor menyusui Mom Uung. Dengan persiapan yang tepat sejak kehamilan, Mommy bisa menjalani proses mengASIhi dengan lebih percaya diri dan nyaman.

Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.









