Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?

Momuung.com – Hari ini Si Kecil tampak menyusu hampir setiap saat, tetapi keesokan harinya justru lebih jarang menyusu? Kondisi seperti ini sering membuat Mommy khawatir dan bertanya-tanya, apakah produksi ASI menurun atau ada masalah pada kesehatan bayi?
Kabar baiknya, pola minum ASI yang berubah-ubah dari hari ke hari umumnya merupakan hal yang normal, terutama pada bayi baru lahir. Kebutuhan ASI bayi memang tidak selalu sama setiap hari karena dipengaruhi oleh usia, fase pertumbuhan, kondisi tubuh, hingga tingkat aktivitasnya.
Yuk, cari tahu apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mengetahui apakah Si Kecil sudah mendapatkan ASI yang cukup.
DAFTAR ISI
Mengapa Bayi Bisa Minum ASI Lebih Banyak Hari Ini?
Ada kalanya bayi tampak ingin menyusu terus sepanjang hari. Menurut para ahli, kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut.
1. Si Kecil Sedang Mengalami Growth Spurt
Salah satu penyebab paling umum bayi ingin menyusu lebih sering adalah growth spurt, yaitu fase pertumbuhan yang berlangsung sangat cepat.
Pada masa ini, tubuh bayi membutuhkan energi lebih banyak sehingga ia akan lebih sering meminta ASI untuk memenuhi kebutuhannya.
Sebagai gambaran, kebutuhan ASI bayi akan meningkat seiring bertambahnya usia.
- Hari pertama: sekitar 5-7 ml setiap kali menyusu.
- Usia 3 hari: sekitar 22-30 ml per sesi.
- Usia 1 minggu: sekitar 40-60 ml per sesi.
- Usia 1-2 bulan: sekitar 60-120 ml setiap kali menyusu.
Growth spurt biasanya terjadi pada:
- usia 7-10 hari,
- minggu ke-2 hingga ke-3,
- serta minggu ke-4 hingga ke-6.
Pada periode tersebut, wajar bila Si Kecil tampak lebih sering lapar dan ingin menyusu hampir sepanjang hari.
Pada periode tersebut, wajar jika Si Kecil tampak lebih sering lapar dan ingin menyusu hampir sepanjang hari. Kondisi ini sering kali juga disertai dengan cluster feeding, yaitu fase ketika bayi meminta menyusu berulang kali dalam waktu yang berdekatan. Kalau Mommy masih bingung membedakan apakah Si Kecil sedang mengalami growth spurt atau cluster feeding, yuk baca juga artikel “5 Tanda dan Cara Atasi Cluster Feeding pada Bayi” agar Mommy lebih memahami penyebabnya dan tidak mudah panik saat Si Kecil tiba-tiba ingin menyusu terus.
2. Kemampuan Menyusu Bayi Belum Optimal
Bukan hanya karena lapar, bayi juga bisa lebih sering menyusu apabila ASI yang berhasil diminumnya setiap sesi belum maksimal.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi yang mengalami:
- lahir prematur,
- tongue-tie,
- infeksi jamur mulut (oral thrush),
- sariawan,
- atau gangguan lain pada rongga mulut.
Karena ASI yang masuk lebih sedikit, bayi akan lebih cepat lapar sehingga tampak ingin menyusu lagi dalam waktu singkat.
3. Produksi ASI Masih Belum Mencukupi
Pada sebagian Mommy, terutama di awal masa menyusui, produksi ASI memang masih dalam proses menyesuaikan kebutuhan bayi.
Jika ASI yang didapat Si Kecil belum cukup dalam satu kali menyusu, ia akan lebih cepat lapar dan kembali meminta menyusu.
Bila kondisi ini berlangsung terus atau disertai kenaikan berat badan yang kurang optimal, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi agar penyebabnya dapat diketahui lebih lanjut.
Agar Mommy lebih mudah memantau apakah pertumbuhan Si Kecil masih sesuai usianya, yuk baca juga artikel “5 Panduan Kenaikan Berat Badan Bayi Sesuai Buku KIA”. Dengan mengetahui pola kenaikan berat badan yang normal, Mommy bisa lebih tenang membedakan apakah Si Kecil memang masih mendapatkan ASI yang cukup atau perlu evaluasi lebih lanjut.
4. Bayi Ingin Merasa Dekat dan Nyaman dengan Mommy
Tidak semua bayi menyusu hanya karena lapar.
Banyak bayi yang ingin berada dekat dengan Mommy karena merasa lebih aman, nyaman, dan tenang saat menyusu. Aktivitas mengisap payudara juga memberikan efek menenangkan sehingga bayi sering meminta menyusu meskipun perutnya sebenarnya sudah kenyang.
Selain itu, bayi yang mengantuk juga sering terlihat ingin terus menyusu. Biasanya kondisi ini disertai tanda-tanda seperti:
- sering menguap,
- tampak lelah,
- rewel,
- atau menangis.
Dalam situasi seperti ini, menyusu membantu bayi merasa lebih rileks sehingga lebih mudah tertidur.
Bayi Hari Ini Menyusu Banyak, Besok Sedikit. Apakah Normal?
Jawabannya, normal ya, Mommy.
Setelah sehari penuh menyusu lebih sering, bukan berarti Si Kecil harus mempertahankan pola tersebut setiap hari.
Menurut UNICEF, kebutuhan ASI setiap bayi berbeda-beda karena dipengaruhi oleh:
- ukuran tubuh,
- metabolisme,
- tingkat aktivitas,
- fase pertumbuhan,
- hingga kondisi kesehatan.
Sama seperti orang dewasa yang rasa lapar dan hausnya bisa berubah setiap hari, bayi juga mengalami hal yang sama.
Bahkan, perubahan kebutuhan ASI pada bayi bisa terjadi lebih cepat karena pertumbuhannya berlangsung sangat pesat.
Ada kalanya bayi mengalami cluster feeding, yaitu kondisi ketika bayi ingin menyusu berkali-kali dalam waktu yang berdekatan. Biasanya hal ini terjadi saat growth spurt dan merupakan kondisi yang normal.
Selain itu, kemampuan bayi dalam menyusu juga berbeda-beda.
Misalnya:
- ada bayi yang sudah mendapatkan cukup ASI hanya dalam waktu 5 menit,
- sementara bayi lain membutuhkan waktu hingga 30 menit.
Frekuensi menyusu pun tidak selalu sama.
Sebagian bayi cukup menyusu:
- 4-5 kali sehari,
sedangkan bayi lain bisa menyusu:
- 11-12 kali sehari.
Bahkan pada bayi yang sama, jumlah ASI yang diminum bisa berbeda setiap jam, setiap hari, bahkan setiap minggu.
Karena itu, Mommy tidak perlu langsung khawatir jika hari ini Si Kecil menyusu lebih banyak, tetapi besok justru lebih sedikit.
Jangan Hanya Menilai dari Lama Menyusu
Banyak orang tua menganggap semakin lama bayi menyusu berarti semakin banyak ASI yang diminumnya. Padahal, durasi menyusu bukanlah satu-satunya indikator kecukupan ASI.
Menurut NHS, bayi yang mendapatkan ASI dengan baik biasanya menunjukkan tanda-tanda berikut.
- Mengisap cepat di awal, lalu berubah menjadi hisapan yang lebih lambat, berirama, dan disertai suara menelan.
- Mommy dapat melihat atau mendengar bayi menelan ASI.
- Pipi bayi tetap bulat saat menyusu, bukan masuk ke dalam.
- Bayi tampak tenang dan nyaman selama menyusu.
- Bayi melepaskan payudara sendiri ketika sudah kenyang.
- Mulut bayi tetap lembap setelah menyusu.
- Setelah selesai menyusu, bayi terlihat puas dan rileks.
- Payudara Mommy terasa lebih lembut setelah menyusui.
- Bentuk puting tetap normal setelah menyusui, tidak menjadi pipih, terjepit, atau berubah warna menjadi putih.
Tanda Bayi Mendapatkan ASI yang Cukup
Selain memperhatikan cara bayi menyusu, Mommy juga bisa melihat beberapa tanda berikut untuk memastikan kebutuhan ASI Si Kecil terpenuhi.
Berat badan bertambah sesuai usia
Bayi memang normal mengalami penurunan berat badan pada 3-4 hari pertama setelah lahir. Setelah itu, berat badan seharusnya mulai meningkat secara bertahap.
Bayi tampak aktif saat bangun
Bayi terlihat sehat, lebih waspada, dan responsif ketika sedang terjaga.
Frekuensi BAB sesuai usia
Mulai hari keempat, bayi umumnya:
- BAB minimal 2 kali sehari,
- dengan feses berwarna kuning,
- bertekstur lembut,
- dan jumlahnya sekitar sebesar koin.
Popok basah semakin sering
Mulai hari kelima, bayi sebaiknya memiliki setidaknya 6 popok yang benar-benar basah setiap 24 jam.
Sementara pada 48 jam pertama setelah lahir, bayi biasanya hanya buang air kecil sekitar 2-3 kali, dan hal ini masih tergolong normal.
Jika Mommy menggunakan popok sekali pakai dan sulit membedakan apakah popok sudah cukup basah, coba tuangkan sekitar 2-4 sendok makan air ke popok baru sebagai gambaran seberapa basah popok bayi yang cukup terisi urine.
Kapan Mommy Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?
Perubahan pola menyusu umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, segera konsultasikan ke dokter atau konselor laktasi jika:
- bayi tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan untuk menyusu,
- popok basah kurang dari 6 kali sehari setelah usia 5 hari,
- berat badan tidak bertambah atau justru terus menurun,
- bayi terus menangis setelah menyusu dan sulit ditenangkan,
- muncul tanda dehidrasi seperti bibir kering, mulut kering, atau urine sangat sedikit.
Penanganan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebabnya sekaligus memastikan kebutuhan nutrisi Si Kecil tetap terpenuhi.
Kesimpulan
Jadi, bayi minum ASI banyak hari ini tetapi lebih sedikit keesokan harinya merupakan kondisi yang normal. Kebutuhan ASI bayi memang dapat berubah setiap hari, tergantung usia, fase pertumbuhan, kondisi tubuh, hingga aktivitasnya.
Daripada hanya menghitung berapa lama atau seberapa sering Si Kecil menyusu, Mommy sebaiknya memperhatikan tanda-tanda bahwa bayi mendapatkan ASI yang cukup, seperti kenaikan berat badan yang baik, popok basah sesuai usia, serta bayi tampak puas setelah menyusu.
Apabila perubahan pola menyusu disertai penurunan berat badan, tanda dehidrasi, atau bayi tampak lemas, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.









