3 Langkah Pijat Limfatik Payudara agar ASI Lancar Saat Bengkak

Momuung.com – Pernah merasa payudara tiba-tiba bengkak, terasa penuh, kencang, atau bahkan keras saat menyusui? Kondisi ini sering membuat Mommy khawatir karena payudara terasa tidak nyaman dan ASI seolah lebih sulit keluar saat Si Kecil menyusu atau ketika dipompa.
Meski sering dianggap sebagai tanda ASI yang menumpuk, payudara bengkak tidak selalu disebabkan oleh produksi ASI yang berlebihan. Pada beberapa kondisi, pembengkakan jaringan di sekitar payudara justru dapat menekan saluran ASI sehingga alirannya menjadi kurang lancar.
Tenang, Mom. Kondisi ini umumnya dapat diatasi dengan langkah yang tepat tanpa perlu memijat payudara terlalu kuat hingga menimbulkan rasa sakit. Salah satu metode yang sering direkomendasikan adalah Pijat limfatik payudara, yaitu teknik pijatan lembut yang bertujuan membantu mengurangi pembengkakan dan melancarkan aliran ASI.
Yuk, cari tahu kapan pijat limfatik perlu dilakukan serta bagaimana cara melakukannya dengan aman di rumah. Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
DAFTAR ISI
Kapan Mommy Perlu Mempertimbangkan Pijat Limfatik Payudara?
Pijat limfatik payudara umumnya dapat membantu mengurangi pembengkakan jaringan dan meningkatkan kenyamanan payudara saat terjadi breast engorgement. Mommy dapat mempertimbangkan teknik ini apabila mengalami beberapa tanda berikut:
1. Payudara Terasa Sangat Penuh dan Kencang, tetapi ASI Sulit Keluar
Saat payudara terasa berat, tegang, dan membengkak, tetapi ASI yang keluar saat menyusui atau pumping terasa lebih sedikit dari biasanya, penyebabnya tidak selalu karena produksi ASI yang kurang.
Pada beberapa kasus, pembengkakan jaringan di sekitar saluran ASI dapat menekan aliran ASI sehingga pengosongan payudara menjadi kurang optimal (Mitchell et al., 2022).
2. Areola Terasa Bengkak dan Bayi Sulit Melekat
Pembengkakan tidak hanya dapat terjadi pada payudara, tetapi juga pada area areola dan puting.
Tanda yang sering muncul antara lain:
- Areola terasa lebih tegang atau membengkak
- Puting tampak lebih datar dari biasanya
- Bayi kesulitan membuka mulut dan melakukan deep latch
- Bayi sering lepas-pasang saat menyusu
Kondisi ini dapat membuat proses menyusui menjadi kurang efektif dan terkadang menyebabkan bayi terlihat frustrasi saat menyusu (ACOG, 2021).
3. Payudara Terasa Nyeri, Berat, atau Muncul Area yang Mengeras
Menurut Cleveland Clinic (2023), payudara bengkak dapat menimbulkan gejala seperti:
- Rasa nyeri atau tidak nyaman pada payudara
- Payudara terasa berat dan sangat penuh
- Adanya area yang terasa lebih keras dibanding jaringan di sekitarnya
- Kulit payudara tampak lebih tegang atau mengilap akibat pembengkakan
Pada beberapa Mommy, pembengkakan juga dapat meluas hingga area samping payudara atau mendekati ketiak karena jaringan limfatik di area tersebut saling terhubung.
3 Langkah Melakukan Pijat Limfatik Payudara di Rumah
Sebelum mencoba pijat limfatik payudara, ada satu hal penting yang perlu Mommy pahami. Teknik ini bukan bertujuan untuk “memecah” benjolan atau mengeluarkan ASI dengan cara dipijat keras.
Pijat limfatik merupakan teknik sentuhan ringan yang membantu mengurangi edema payudara, yaitu pembengkakan jaringan akibat penumpukan cairan limfa dan cairan di sekitar jaringan payudara. Karena targetnya adalah sistem limfatik yang berada dekat permukaan kulit dan, tekanan yang digunakan sebaiknya sangat lembut dan tidak sampai menimbulkan rasa sakit (Mitchell et al., 2022).
Beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan:
- Gunakan tekanan yang ringan dan nyaman.
- Hindari memijat payudara terlalu keras hingga terasa nyeri.
- Fokus pada gerakan mengusap kulit, bukan menekan jaringan payudara secara dalam.
- Hentikan pijatan jika rasa nyeri semakin bertambah atau payudara terasa makin tidak nyaman.
- Jika disertai demam, kemerahan yang meluas, atau gejala mastitis, segera konsultasikan dengan dokter laktasi.
1. Awali dengan Area Ketiak
Area ketiak merupakan salah satu lokasi kelenjar getah bening (axillary lymph nodes) yang berperan dalam proses drainase cairan limfa (Cleveland Clinic, 2023).
Cara melakukannya:
- Letakkan ujung jari pada area ketiak di sisi payudara yang terasa bengkak.
- Lakukan gerakan melingkar kecil dengan tekanan yang sangat ringan.
- Ulangi selama sekitar 30-60 detik.
2. Lakukan Usapan Lembut dari Areola ke Arah Ketiak
Setelah itu, letakkan telapak tangan atau ujung jari pada area payudara yang terasa tegang atau bengkak lalu lakukan usapan lembut tanpa tekanan ke arah ketiak.
Cara melakukannya:
- Usap kulit dengan gerakan ringan dan perlahan.
- Arahkan usapan dari area sekitar areola menuju bagian ketiak.
- Gerakan dapat diarahkan ke ketiak atau ke arah atas menuju area tulang selangka.
- Ulangi beberapa kali pada area payudara yang terasa penuh.
3. Tambahkan Gerakan Melingkar pada Area yang Terasa Tegang
Jika masih ada area yang terasa penuh atau mengeras, Mommy dapat menambahkan gerakan melingkar kecil di atas permukaan kulit untuk membantu mengurangi rasa tegang akibat pembengkakan tanpa memberikan tekanan berlebih pada saluran ASI.
Cara melakukannya:
- Gunakan dua hingga tiga ujung jari.
- Buat gerakan melingkar kecil secara perlahan.
- Hindari menekan terlalu dalam.
- Lakukan secara bertahap dari area dekat areola menuju bagian luar payudara.
Setelah melakukan pijat limfatik, Mommy dapat langsung menyusui atau pumping agar ASI lebih mudah keluar. Ketika pembengkakan mulai berkurang, payudara biasanya akan terasa lebih nyaman dan proses pengeluaran ASI pun menjadi lebih optimal.
Pijat limfatik sebaiknya dilakukan sebelum menyusui atau pumping, terutama saat payudara terasa penuh dan tegang. Namun, teknik ini juga dapat dilakukan kapan saja ketika payudara mulai terasa bengkak atau tidak nyaman. Setelahnya, Mommy bisa mengompres payudara dengan kompres dingin untuk membantu mengurangi pembengkakan. Agar lebih nyaman, pijat limfatik dapat dilakukan sambil duduk bersandar atau berbaring telentang.

Aliran ASI Lebih Lancar Saat Pembengkakan Berkurang
Saat pembengkakan payudara mulai berkurang, biasanya tubuh Mommy juga akan terasa jauh lebih nyaman. Dalam kondisi ini tujuan utama bukan hanya “mengeluarkan ASI”, tapi membantu mengurangi tekanan pada jaringan payudara supaya aliran ASI bisa kembali lancar dan bayi lebih mudah menyusu.
Biasanya, setelah pembengkakan mulai membaik, Mommy akan merasakan beberapa perubahan seperti:
- Payudara terasa lebih ringan dan tidak terlalu kencang
- Area areola jadi lebih lembut sehingga bayi lebih mudah menempel saat menyusu
- ASI lebih mudah keluar saat menyusui atau pumping
- Bayi lebih nyaman dan bisa menyusu dengan ritme yang lebih baik
Kalau payudara sudah terasa lebih rileks dan tidak terlalu tegang, Mommy bisa melanjutkan dengan teknik pengosongan ASI yang lebih lembut seperti Teknik Marmet, Cara Memerah ASI dengan Tangan Agar Lebih Lancar. Teknik ini membantu mengosongkan payudara secara optimal tanpa tekanan berlebihan, sehingga tetap nyaman dan aman untuk jaringan payudara yang masih sensitif.
Kapan Mommy Perlu Waspada?
Walaupun pijat limfatik biasanya membantu mengurangi rasa penuh dan tegang pada payudara, ada kondisi tertentu yang perlu Mommy perhatikan lebih serius. Jika setelah dilakukan pijatan lembut payudara masih tetap keras, bengkak, atau ASI tetap sulit keluar, ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Beberapa kondisi yang perlu Mommy waspadai:
- Payudara tetap terasa keras dan penuh meskipun sudah dilakukan pijat limfatik dan menyusui atau pumping
- ASI tetap sulit keluar atau hanya menetes sangat sedikit
- Rasa nyeri semakin meningkat atau tidak berkurang setelah beberapa jam
- Muncul area kemerahan yang terasa hangat saat disentuh
- Terjadi demam, badan terasa menggigil, atau seperti flu
Kondisi seperti ini bisa mengarah pada sumbatan saluran ASI (blocked duct) atau peradangan pada payudara (mastitis), sehingga sebaiknya tidak ditangani sendiri dalam waktu lama.
Jika tanda-tanda ini muncul, Mommy disarankan untuk segera berkonsultasi dengan konselor atau dokter laktasi agar mendapatkan penanganan yang sesuai dan tidak memperparah kondisi.
Kesimpulan
Perjalanan menyusui memang tidak selalu mudah, Mom. Ada kalanya terasa penuh tantangan, terutama saat tubuh sedang beradaptasi. Tapi dengan pemahaman yang tepat, Mommy tidak perlu panik atau merasa sendirian.
Yang terpenting, perlakukan payudara dengan lembut dan hindari pijatan yang terlalu keras karena justru bisa membuat jaringan semakin tidak nyaman. Setiap proses menyusui butuh sentuhan yang aman, tenang, dan sesuai kebutuhan tubuh.
Semangat terus ya, Mom, karena setiap tetes ASI yang Mommy berikan adalah bentuk kasih sayang terbaik untuk Si Kecil.
Kalau Mommy masih mengalami nyeri, bengkak, atau kesulitan saat menyusui, Mommy bisa konsultasi langsung dengan konselor laktasi Mom Uung untuk mendapatkan panduan yang lebih tepat sesuai kondisi Mommy dan bayi.
Sumber
- American College of Obstetricians and Gynecologists. (2021). Breastfeeding challenges. https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/committee-opinion/articles/2021/02/breastfeeding-challenges
- Cleveland Clinic. (2023). Breast engorgement: Causes, complications & treatment. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/breast-engorgement
- Mitchell, K. B., Johnson, H. M., Rodríguez, J. M., Eglash, A., Scherzinger, C., Zakarija-Grkovic, I., Cash, K. W., Berens, P., Miller, B., & Academy of Breastfeeding Medicine (2022). Academy of Breastfeeding Medicine Clinical Protocol #36: The Mastitis Spectrum, Revised 2022. Breastfeeding medicine : the official journal of the Academy of Breastfeeding Medicine, 17(5), 360-376. https://doi.org/10.1089/bfm.2022.29207.kbm
Tonton video edukasinya di sini yuk, Mom!
Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.









