Cara Membedakan Sperma Subur dan Tidak Subur, Pejuang Garis Dua Wajib Tahu

Momuung.com – Sudah rutin menghitung masa subur, menjaga pola makan, dan menjalani program hamil bersama Papa, tetapi hasil yang ditunggu belum juga datang?
Banyak orang mengira keberhasilan program hamil hanya bergantung pada kondisi tubuh Mommy. Padahal, kesuburan Papa juga memiliki peran yang sama pentingnya dalam proses terjadinya kehamilan.
Karena itu, jika kehamilan belum kunjung terjadi, tidak ada salahnya untuk mengevaluasi kondisi kesuburan kedua belah pihak. Salah satu hal yang sering diperiksa adalah kualitas sperma.
Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah sperma Papa tergolong subur atau tidak? Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
DAFTAR ISI
Apa yang Dimaksud dengan Sperma subur?
Sperma yang subur adalah sperma yang memiliki jumlah cukup, mampu bergerak dengan baik, dan memiliki bentuk yang normal sehingga berpeluang lebih besar mencapai serta membuahi sel telur.
Namun, kondisi sperma tidak bisa dinilai hanya dari warna atau tekstur air mani yang terlihat secara kasat mata. Untuk mengetahui kualitas sperma secara akurat, Papa perlu menjalani analisis sperma (sperma analysis) di laboratorium.
Melalui pemeriksaan ini, dokter akan menilai beberapa hal penting, seperti:
- Jumlah sperma
- Pergerakan sperma
- Bentuk sperma
- Volume air mani
- Kondisi kesehatan sperma secara keseluruhan
1. Jumlah Sperma Cukup
Menurut pedoman kesehatan reproduksi pria, jumlah sperma yang normal umumnya berada di atas 15 juta sperma per mililiter air mani.
Semakin banyak jumlah sperma yang sehat, semakin besar pula peluang salah satunya berhasil mencapai dan membuahi sel telur.
2. Pergerakan Sperma Baik
Jumlah yang banyak saja belum cukup. Sperma juga harus mampu bergerak dengan baik menuju sel telur.
Setidaknya sekitar 40% sperma perlu memiliki pergerakan yang baik agar peluang pembuahan menjadi lebih optimal.
Jika dilihat melalui mikroskop, sperma yang sehat akan tampak aktif berenang dan bergerak ke arah tertentu, bukan hanya berputar-putar di tempat.
3. Bentuk Sperma Normal
Sperma yang sehat umumnya memiliki:
- Kepala berbentuk oval
- Leher yang proporsional
- Ekor yang panjang
Bentuk yang normal membantu sperma bergerak lebih efisien dan meningkatkan kemampuannya menembus sel telur.
Apa Ciri-Ciri Sperma Tidak Subur?
Sperma yang kurang subur atau mengalami gangguan kesuburan biasanya menunjukkan masalah pada jumlah, pergerakan, atau bentuknya.
Jumlah Sperma Rendah
Jika jumlah sperma kurang dari 15 juta per mililiter air mani, peluang sperma mencapai sel telur bisa menjadi lebih kecil.
Pergerakan Sperma Kurang Aktif
Sperma yang bergerak lambat atau tidak aktif akan lebih sulit melakukan perjalanan menuju sel telur.
Akibatnya, peluang terjadinya pembuahan juga ikut menurun.
Bentuk Sperma Tidak Normal
Beberapa bentuk sperma yang dianggap tidak normal antara lain:
- Memiliki dua kepala
- Memiliki dua ekor
- Ekor terlalu pendek
- Bentuk kepala tidak sempurna
Tidak semua sperma berbentuk tidak normal akan menyebabkan infertilitas. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, kemampuan sperma untuk membuahi sel telur dapat berkurang.
Apa Tanda Sperma Berhasil Membuahi Sel Telur?
Hubungan intim tidak selalu langsung menghasilkan kehamilan. Proses pembuahan baru terjadi ketika sperma berhasil mencapai dan membuahi sel telur yang matang.
Setelah pembuahan terjadi, beberapa wanita mulai merasakan gejala awal kehamilan seperti:
- Kram ringan pada perut.
- Bercak perdarahan implantasi.
- Payudara terasa lebih sensitif.
- Mudah lelah.
- Mual.
- Sakit kepala ringan.
Namun, gejala-gejala tersebut tidak selalu muncul pada setiap wanita.
Cara paling akurat untuk mengetahui apakah kehamilan sudah terjadi adalah dengan melakukan tes kehamilan menggunakan test pack atau memeriksakan diri ke dokter kandungan.
Makanan yang Dapat Membantu Menjaga Kualitas Sperma
Selain menjaga pola hidup sehat, asupan harian juga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan reproduksi pria. Beberapa nutrisi diketahui berhubungan dengan kualitas sperma, mulai dari jumlah, pergerakan, hingga bentuknya.
Berikut beberapa pilihan makanan yang bisa Ayah masukkan ke dalam menu sehari-hari:
1. Sumber Protein Hewani yang Kaya Zinc dan Vitamin B12
Protein membantu mendukung berbagai proses dalam tubuh, termasuk pembentukan sel sperma. Beberapa pilihan yang bisa dikonsumsi antara lain:
- Daging sapi tanpa lemak
- Daging ayam
- Ikan
- Telur
Makanan-makanan tersebut juga mengandung zinc, selenium, dan vitamin B12 yang berperan dalam mendukung kesehatan reproduksi pria.
2. Kacang-Kacangan dan Biji-Bijian
Kacang-kacangan mengandung lemak sehat, vitamin, dan antioksidan yang membantu melindungi sel sperma dari kerusakan akibat radikal bebas.
Contohnya:
- Almond
- Kenari (walnut)
- Kacang mete
- Kacang tanah
- Biji labu
- Biji bunga matahari
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kacang-kacangan secara rutin dapat membantu mendukung kualitas sperma pada pria dewasa.
3. Buah yang Kaya Antioksidan
Antioksidan membantu melindungi sperma dari stres oksidatif yang dapat memengaruhi kualitasnya.
Pilihan buah yang baik antara lain:
- Jeruk
- Kiwi
- Stroberi
- Blueberry
- Delima
- Alpukat
Buah-buahan tersebut mengandung vitamin C, vitamin E, folat, dan berbagai senyawa antioksidan yang mendukung kesehatan reproduksi.
4. Sayuran Hijau
Sayuran hijau merupakan sumber folat yang penting untuk proses pembentukan sel dalam tubuh, termasuk sel sperma.
Beberapa pilihan yang bisa dikonsumsi:
- Bayam
- Brokoli
- Pakcoy
- Kale
- Sawi hijau
Selain folat, sayuran ini juga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.
5. Ikan Berlemak
Ikan berlemak mengandung asam lemak omega-3 yang diketahui berperan dalam mendukung fungsi reproduksi pria.
Contohnya:
- Salmon
- Sarden
- Tuna
- Makarel
Omega-3 membantu menjaga kesehatan membran sel dan mendukung pergerakan sperma yang optimal.
Yang tidak kalah penting, Ayah juga dianjurkan untuk menjaga pola makan yang seimbang, cukup tidur, rutin berolahraga, dan menghindari kebiasaan seperti merokok atau konsumsi alkohol berlebihan karena faktor-faktor tersebut juga dapat memengaruhi kualitas sperma.
Makanan yang Sebaiknya Dibatasi untuk Menjaga Kualitas Sperma
Selain memperbanyak makanan bergizi, Papa juga perlu lebih bijak dalam memilih makanan sehari-hari. Beberapa jenis makanan memang tidak langsung menyebabkan infertilitas, tetapi jika terlalu sering dikonsumsi dalam jangka panjang dapat berdampak kurang baik pada kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kualitas sperma.
1. Makanan Tinggi Lemak Trans
Lemak trans banyak ditemukan pada makanan yang melalui proses pengolahan berulang atau menggunakan minyak yang dipakai berkali-kali.
Contohnya:
- Gorengan yang digoreng berulang kali.
- Makanan cepat saji (fast food).
- Kue, biskuit, dan camilan kemasan tertentu.
- Margarin padat dan makanan olahan yang mengandung partially hydrogenated oils.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi lemak trans berlebihan dapat berkaitan dengan penurunan kualitas sperma, termasuk jumlah dan fungsi sperma yang kurang optimal.
Jika ingin ngemil, Papa bisa memilih alternatif yang lebih sehat seperti kacang panggang tanpa garam berlebih, edamame, yoghurt, atau buah segar.
2. Makanan dan Minuman Tinggi Gula
Minuman manis dan makanan tinggi gula memang terasa nikmat, tetapi konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas, resistensi insulin, dan gangguan metabolik yang berpengaruh pada kesehatan reproduksi pria.
Beberapa contoh yang sebaiknya dibatasi antara lain:
- Minuman bersoda.
- Teh atau kopi dengan gula berlebih.
- Minuman kekinian yang tinggi sirup dan pemanis.
- Permen, cokelat manis, dan dessert tinggi gula.
- Kue dan pastry manis.
Bukan berarti Papa harus menghindarinya sama sekali, ya. Kuncinya adalah mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar dan tidak setiap hari.
Sebagai pilihan yang lebih baik, Papa bisa mengganti camilan manis dengan buah segar seperti jeruk, kiwi, apel, atau beri yang tetap memberikan rasa manis sekaligus mengandung vitamin dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan sperma.
3. Alkohol dan Rokok
Jika Papa sedang menjalani program hamil, mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol dan rokok juga menjadi langkah penting.
Keduanya diketahui dapat memengaruhi kualitas sperma, termasuk jumlah sperma, pergerakan sperma, hingga meningkatkan risiko kerusakan materi genetik pada sperma.
Semakin sehat pola hidup yang dijalani, semakin besar pula peluang tubuh memproduksi sperma dengan kualitas yang lebih baik. Jadi, selain fokus pada makanan penyubur sperma, jangan lupa untuk menjaga pola makan seimbang, tidur cukup, rutin berolahraga, dan mengelola stres dengan baik, ya.
Kesimpulan
Keberhasilan program hamil tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi tubuh Mommy, tetapi juga kesehatan reproduksi Papa. Karena itu, jika kehamilan belum kunjung terjadi, pemeriksaan kesuburan sebaiknya dilakukan oleh kedua belah pihak agar penyebabnya dapat diketahui lebih dini dan ditangani dengan tepat.
Kualitas sperma yang baik umumnya ditandai dengan jumlah yang cukup, pergerakan yang aktif, serta bentuk yang normal. Kabar baiknya, kualitas sperma juga dapat didukung melalui pola makan bergizi, aktivitas fisik yang teratur, tidur yang cukup, dan pengelolaan stres yang baik.
Yang tidak kalah penting, Mommy dan Papa tidak perlu saling menyalahkan selama menjalani program hamil. Setiap pasangan memiliki perjalanan yang berbeda, dan prosesnya sering kali membutuhkan waktu, kesabaran, serta kerja sama dari kedua belah pihak.
Setelah berhasil mendapatkan buah hati nantinya, Mommy dan Papa juga perlu mulai memikirkan perencanaan keluarga berikutnya. Untuk membantu menentukan pilihan yang sesuai setelah persalinan, Mommy bisa membaca artikel “5 Pilihan Kontrasepsi Setelah Melahirkan yang Aman dan Efektif” sebagai panduan mempersiapkan langkah selanjutnya bersama keluarga tercinta.
Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.









