Momuung.com – Menyusui mungkin dilakukan oleh Mommy, tetapi bukan berarti perjuangannya harus dijalani sendirian. Di balik proses mengASIhi, ada rasa lelah, kurang tidur, hingga berbagai tantangan yang sering kali tidak terlihat. Kehadiran dan dukungan Papa bisa menjadi kekuatan besar agar perjalanan menyusui terasa lebih ringan dan menyenangkan. Buibu dan Papa, yuk baca selengkapnya di artikel ini, ya!
Menyusui Membuat Tubuh Mommy Bekerja Lebih Keras
Papa, pernah nggak melihat Mommy tiba-tiba bilang lapar lagi, haus terus, atau mengeluh badannya pegal setelah menyusui?
Kalau iya, itu bukan karena Mommy “manja” atau kurang kuat, ya. Justru sebaliknya, tubuh Mommy memang sedang bekerja ekstra setiap hari untuk memproduksi ASI.
Selama menyusui, tubuh membutuhkan tambahan energi sekitar 330-400 kalori setiap hari. Pada Mommy yang memberikan ASI eksklusif dalam konteks kehamilan dan menyusui | Mom Uung" class="glossary-link">ASI eksklusif, kebutuhan energinya bahkan bisa lebih tinggi, tergantung usia Si Kecil dan kondisi masing-masing ibu (Centers for Disease Control and Prevention [CDC], 2026).
Selain memproduksi ASI, tubuh Mommy juga terus bekerja untuk:
- Memicu let-down reflex (LDR), yaitu refleks yang membantu ASI mengalir saat bayi mulai menyusu,
- Membantu proses pemulihan tubuh setelah melahirkan,
- Serta memenuhi kebutuhan energi selama masa menyusui.
Belum lagi, setiap kali menyusui atau pumping, Mommy biasanya harus duduk dalam posisi yang sama selama 20-30 menit, bahkan bisa lebih lama. Kalau dilakukan berkali-kali setiap hari, wajar kalau leher, bahu, punggung, dan tangan terasa pegal.
Di sinilah peran Papa menjadi sangat penting. Bukan hanya membantu mengurus bayi, tetapi juga membantu menjaga kondisi Mommy agar tetap nyaman selama menyusui. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa dukungan dari pasangan dapat meningkatkan keberhasilan menyusui dan membuat ibu lebih percaya diri dalam memberikan ASI eksklusif (La Leche League International [LLLI], 2020).
Kabar baiknya, Papa tidak harus melakukan hal-hal besar. Justru bantuan sederhana berikut sering kali paling dibutuhkan oleh Mommy.
1. Bantu Siapkan Semua Kebutuhan Mommy Saat Menyusui atau Pumping
Saat Si Kecil sedang menyusu, Mommy sering kali tidak bisa beranjak dari tempat duduk. Bahkan, sekadar mengambil minum atau camilan pun terkadang sulit karena takut mengganggu bayi yang sudah nyaman menyusu.
Papa bisa membantu dengan cara sederhana berikut.
- Siapkan posisi menyusui yang nyaman. Bantu Mommy menyiapkan bantal di punggung, bawah lengan, atau gunakan bantal menyusui agar posisi duduk lebih nyaman dan otot tidak cepat pegal.
- Pastikan Mommy selalu punya air minum di dekatnya. Menyusui membuat tubuh lebih mudah merasa haus. Karena itu, bantu siapkan botol minum yang mudah dijangkau agar Mommy tetap terhidrasi dengan baik. Ibu menyusui tidak perlu dipaksa minum dalam jumlah tertentu, tetapi disarankan minum setiap kali merasa haus (CDC, 2026).
- Siapkan camilan sehat. Produksi ASI membutuhkan energi tambahan, sehingga tidak heran jika Mommy sering merasa lapar. Papa bisa membantu menyiapkan camilan praktis seperti buah potong, yoghurt, telur rebus, kacang-kacangan, atau roti gandum agar Mommy tetap berenergi.
Mungkin terdengar sederhana, tetapi perhatian kecil seperti ini bisa membuat Mommy merasa jauh lebih nyaman, dihargai, dan tidak merasa menjalani perjuangan menyusui sendirian.
2. Kerja Sama di Malam Hari (Night-Time Parenting)
Menyusui di malam hari memang menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Mommy. Bayi baru lahir umumnya masih perlu menyusu setiap 2-3 jam, sehingga waktu istirahat Mommy sering terpotong. Kalau kondisi ini berlangsung terus-menerus tanpa bantuan, Mommy bisa lebih mudah merasa lelah, stres, bahkan kewalahan.
Kabar baiknya, Papa tidak harus ikut menyusui untuk bisa membantu. Kehadiran dan bantuan sederhana dari Papa justru bisa membuat Mommy merasa lebih tenang dan proses menyusui menjadi lebih nyaman. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa dukungan pasangan tak hanya berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan ASI, tapi juga menjaga kesehatan mental ibu menyusui.
Papa bisa membantu dengan cara berikut:
- Bantu Mommy saat sesi menyusui di malam hari. Tidak masalah jika Mommy yang lebih dulu terbangun saat Si Kecil menangis. Jika tubuh mulai terasa lelah, jangan ragu membangunkan Papa untuk membantu. Papa bisa memijat punggung, bahu, atau kaki Mommy selama menyusui agar tubuh lebih rileks. Bila Si Kecil tidur di crib atau tempat tidur terpisah, Papa juga bisa membantu mengangkat dan mengantarkan bayi kepada Mommy sehingga Mommy punya waktu untuk menyiapkan posisi menyusui dengan lebih nyaman. Dukungan sederhana seperti ini dapat membuat sesi menyusui malam terasa jauh lebih ringan bagi Mommy.
- Saat Mommy sedang menyusui, Papa juga bisa memberikan pijatan ringan di area bahu, leher, atau punggung. Sentuhan yang membuat Mommy merasa rileks dapat membantu pelepasan hormon oksitosin, yaitu hormon yang berperan dalam memicu let-down reflex (LDR) sehingga ASI lebih mudah mengalir.
3. Membantu Membersihkan Perlengkapan Menyusui
Setelah selesai menyusui atau pumping, pekerjaan Mommy sebenarnya belum selesai. Masih ada botol ASI, corong pompa, valve, membran, dan berbagai perlengkapan lainnya yang harus segera dibersihkan agar tetap higienis.
Rutinitas ini memang terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan berkali-kali setiap hari sambil mengurus bayi, tentu bisa sangat melelahkan. Nah, di sinilah Papa bisa mengambil peran besar.
Papa bisa membantu dengan cara:
- Segera cuci semua komponen pompa ASI setelah selesai digunakan. Jangan menunggu terlalu lama karena sisa ASI yang mengering akan lebih sulit dibersihkan. Lepaskan seluruh bagian pompa yang bersentuhan langsung dengan ASI, seperti corong, valve, membran, konektor, dan botol penyimpanan sebelum dicuci (CDC, 2024).
- Cuci setiap komponen dengan sabun di bawah air mengalir hingga bersih. Untuk bagian yang sulit dijangkau, gunakan sikat khusus botol agar seluruh permukaannya benar-benar bersih. Hindari meletakkan komponen langsung di wastafel karena permukaannya dapat menjadi tempat berkumpulnya kuman. Setelah dicuci, lakukan sterilisasi sesuai petunjuk produk. Bagian berbahan karet sebaiknya cukup dibilas atau direndam sebentar dengan air hangat agar tetap awet dan tidak mudah rusak akibat suhu yang terlalu tinggi.
- Setelah dicuci, bilas seluruh komponen dengan air mengalir hingga tidak ada sisa sabun. Selanjutnya, letakkan di rak atau alas pengering yang bersih dan biarkan kering dengan sendirinya (air dry). Jika perlu segera digunakan, Mommy dapat mengeringkannya dengan tisu sekali pakai yang khusus untuk perlengkapan bayi. Sebaiknya hindari penggunaan lap yang dipakai berulang kali karena berisiko menyebabkan kontaminasi kembali.
- Selain dicuci setelah setiap kali digunakan, perlengkapan menyusui sebaiknya juga disterilkan secara rutin, idealnya setelah pemakaian atau setidaknya sekali sehari. Hal ini terutama penting untuk bayi berusia di bawah 2 bulan, lahir prematur, atau memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah. Sterilisasi dapat dilakukan menggunakan alat sterilizer, air mendidih, atau metode lain sesuai petunjuk masing-masing produk agar kebersihan dan keamanannya tetap terjaga.
Bagi Papa, mungkin ini hanya urusan mencuci botol dan pompa ASI. Namun bagi Mommy, bantuan sederhana ini bisa menjadi bentuk dukungan yang sangat berharga. Saat semua perlengkapan ASI sudah bersih dan siap digunakan kembali, Mommy bisa lebih fokus beristirahat atau menghabiskan waktu bersama Si Kecil tanpa harus memikirkan pekerjaan yang masih menumpuk.
4. Menjadi Support System Terbaik untuk Mommy
Menyusui bukanlah kemampuan yang langsung dikuasai sejak hari pertama. Mommy dan Si Kecil sama-sama sedang belajar beradaptasi. Jadi, kalau di tengah perjalanan muncul berbagai tantangan, itu adalah hal yang wajar dan dialami oleh banyak ibu menyusui,
Misalnya ketika Mommy mengalami:
- Puting terasa lecet atau nyeri saat menyusui,
- Produksi ASI belum sesuai dengan kebutuhan Si Kecil atau belum sebanyak yang Mommy harapkan.
- Si Kecil sulit mendapatkan pelekatan yang baik,
- Payudara terasa penuh, bengkak, atau tidak nyaman,
- Hingga Mommy mulai merasa lelah, stres, dan kehilangan kepercayaan diri karena khawatir belum bisa memberikan yang terbaik untuk bayinya.
Dalam situasi seperti ini, kehadiran Papa sering kali menjadi dukungan terbesar yang dibutuhkan Mommy. Dukungan emosional dari pasangan terbukti dapat membantu ibu menyusui merasa lebih tenang, lebih percaya diri, dan lebih semangat untuk terus memberikan ASI.
Papa bisa membantu dengan beberapa cara berikut.
- Jadilah pendengar yang baik. Saat Mommy bercerita tentang rasa lelah, nyeri, atau kekhawatirannya, dengarkan tanpa terburu-buru menghakimi atau langsung memberikan solusi. Terkadang, Mommy hanya ingin didengarkan dan ditemani melewati masa-masa yang tidak mudah.
- Berikan apresiasi atas setiap perjuangan Mommy. Kalimat sederhana seperti, “Kamu hebat sudah berjuang sejauh ini,”, “Terima kasih ya sudah memberikan yang terbaik untuk anak kita,”, atau “Tenang, kita lewati ini sama-sama,” bisa membuat Mommy merasa lebih dihargai dan tidak berjuang sendirian.
- Hindari komentar yang membuat Mommy semakin tertekan. Misalnya, “ASI kamu kok sedikit?”, “Kenapa bayinya masih sering nangis?”, atau “Kasih susu formula saja biar lebih gampang.” Walaupun niatnya membantu, ucapan seperti ini justru dapat membuat Mommy merasa bersalah, semakin cemas, dan kehilangan kepercayaan diri dalam menyusui.
- Bantu mencari solusi, bukan menyalahkan. Bila Mommy mulai mengalami kendala, seperti payudara terasa bengkak, ASI tidak lancar, atau Si Kecil sulit melekat, dampingi Mommy untuk mencari penyebab dan solusi yang tepat. Misalnya, jika payudara terasa penuh atau bengkak, Papa bisa mengingatkan Mommy untuk mencoba 3 Langkah Pijat Limfatik Payudara agar ASI Lancar Saat Bengkak sebagai salah satu cara membantu mengurangi pembengkakan sebelum menyusui atau pumping. Jika keluhan tidak kunjung membaik, jangan ragu mengajak Mommy berkonsultasi dengan konselor laktasi atau tenaga kesehatan agar penanganannya lebih tepat.
- Yakinkan Mommy bahwa ia tidak harus menjalani semuanya sendirian. Kalimat sederhana seperti, “Aku bantu ya,”, “Istirahat dulu, biar aku yang urus Si Kecil sebentar,”, atau “Kita pasti bisa melewati ini bersama,” sering kali menjadi penyemangat terbesar bagi Mommy, terutama di hari-hari ketika rasa lelah mulai terasa berat.
Dukungan emosional dan keterlibatan Papa tidak hanya membuat Mommy merasa lebih tenang, tetapi juga berperan dalam meningkatkan breastfeeding self-efficacy, yaitu keyakinan ibu terhadap kemampuannya untuk menyusui. Semakin tinggi rasa percaya diri tersebut, semakin besar pula kemungkinan Mommy mampu menghadapi berbagai tantangan menyusui tanpa merasa mudah putus asa atau menyalahkan diri sendiri ketika mengalami kendala (Chaput et al., 2015).
Kesimpulan
Menyusui bukan hanya perjalanan Mommy, tetapi perjalanan Mommy dan Papa sebagai sebuah tim. Dukungan sederhana dari Papa, mulai dari membantu mengurus Si Kecil, menemani saat menyusui, hingga memberikan semangat ketika Mommy merasa lelah, dapat membuat proses mengASIhi terasa jauh lebih nyaman dan menyenangkan bagi seluruh keluarga.
Kalau Mommy mengalami kendala seperti puting lecet, payudara bengkak, ASI kurang lancar, atau bayi sulit melekat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Konselor Menyusui Mom Uung. Layanan ini juga bisa menjadi tempat belajar bagi Papa untuk memahami proses menyusui dan cara terbaik mendampingi Mommy. Dengan pendampingan yang tepat, Mommy akan lebih percaya diri, Papa semakin siap memberikan dukungan, dan perjalanan mengASIhi Si Kecil pun dapat berjalan lebih lancar.
Sumber
- Centers for Disease Control and Prevention. (2024). How to clean and sanitize breast pumps. https://www.cdc.gov/hygiene/about/about-breast-pump-hygiene.html
- Centers for Disease Control and Prevention. (2026). Maternal diet and breastfeeding. https://www.cdc.gov/breastfeeding-special-circumstances/hcp/diet-micronutrients/maternal-diet.html
- Chaput, K. H., Adair, C. E., Nettel-Aguirre, A., Musto, R., & Tough, S. C. (2015). The experience of nursing women with breastfeeding support: a qualitative inquiry. CMAJ open, 3(3), E305–E309. https://doi.org/10.9778/cmajo.20140113
- La Leche League International. (2020). The role of the partner in breastfeeding: How the support of dads, co-moms and other people makes a difference. https://llli.org/news/the-role-of-the-partner-in-breastfeeding-how-the-support-of-dads-co-moms-and-other-people-makes-a-difference/