Cara Mengatasi Nyeri Selangkangan Saat Hamil Trimester 3

Momuung.com – Memasuki trimester ketiga, Mommy mungkin mulai sering merasakan Nyeri selangkangan saat hamil, sakit di pangkal paha, atau ngilu di area tulang kemaluan saat berjalan dan berganti posisi. Keluhan ini cukup umum terjadi karena tubuh mulai beradaptasi dengan perubahan menjelang persalinan.
Tapi, ada cara yang bisa Mommy coba bersama Papa untuk membantu membuat tubuh terasa lebih nyaman. Salah satunya adalah teknik Rebozo, yaitu teknik menggunakan kain untuk memberikan gerakan lembut pada tubuh.
Yuk, kenali penyebab nyeri selangkangan saat hamil dan cara melakukan teknik Rebozo yang nyaman dan aman bersama Papa!
DAFTAR ISI
- Kenapa Selangkangan dan Tulang Kemaluan Terasa Nyeri di Trimester 3?
- Apa Itu Teknik Rebozo?
- 4 Langkah Melakukan Teknik Rebozo di Rumah Bersama Suami
- Kapan Sebaiknya Melakukan Rebozo?
- Apakah Rebozo Bisa Dilakukan Sendiri?
- Tidak Punya Gym Ball? Tidak Masalah
- Kapan Harus Berhenti dan Menghubungi Dokter?
- Kesimpulan
- Sumber
Kenapa Selangkangan dan Tulang Kemaluan Terasa Nyeri di Trimester 3?
Memasuki trimester ketiga, rasa ngilu di selangkangan, panggul, atau tulang kemaluan memang cukup sering dialami. Keluhan ini dapat termasuk pregnancy-related pelvic girdle pain (PGP), yaitu nyeri yang muncul di area panggul selama kehamilan.
PGP bisa terasa di bagian depan panggul, tepat di sekitar symphysis pubis, selangkangan, pinggang, hingga menjalar ke paha. Rasa sakitnya juga dapat semakin terasa saat Mommy:
- berjalan atau naik turun tangga;
- berdiri dengan satu kaki, misalnya saat memakai celana;
- berbalik posisi ketika tidur;
- masuk atau keluar dari mobil;
- atau membuka kedua kaki terlalu lebar.
Kondisi ini tidak berarti bayi sedang dalam bahaya. Namun, rasa nyerinya bisa cukup mengganggu aktivitas sehari-hari (Royal College of Obstetricians and Gynaecologists [RCOG], 2015).
Selama kehamilan, tubuh Mommy mengalami banyak perubahan untuk mempersiapkan persalinan. Salah satunya adalah perubahan hormon, termasuk relaxin, yang membuat ligamen di sekitar panggul menjadi lebih lentur. Ditambah dengan ukuran dan berat rahim yang semakin besar serta perubahan postur tubuh, area panggul bisa menjadi lebih sensitif terhadap tekanan dan gerakan.
Jadi, nyeri panggul saat hamil bukan hanya karena “panggul semakin longgar”, ya, Mom. Cara tubuh menerima beban, gerakan, dan perubahan selama kehamilan juga dapat mempengaruhi munculnya rasa nyeri.
Kabar baiknya, ada beberapa cara yang dapat membantu Mommy merasa lebih nyaman, mulai dari mengatur aktivitas, menghindari gerakan yang memicu nyeri, hingga menggunakan metode relaksasi tertentu. Salah satunya adalah teknik Rebozo.
Apa Itu Teknik Rebozo?
Teknik Rebozo merupakan metode non farmakologis yang menggunakan kain panjang untuk memberikan gerakan lembut dan berirama pada tubuh, termasuk area panggul. Teknik ini berasal dari tradisi penggunaan kain Rebozo dan kemudian digunakan oleh sebagian tenaga kesehatan atau pendamping persalinan sebagai salah satu metode untuk membantu memberikan rasa nyaman (Tuncay et al., 2025).
Gerakan Rebozo biasanya dilakukan secara lembut, misalnya dengan memberikan goyangan atau gerakan ritmis menggunakan kain. Tujuannya lebih kepada membantu relaksasi dan memberikan rasa nyaman, bukan untuk menekan atau memanipulasi panggul secara kuat.
Penelitian mengenai Rebozo dalam kehamilan dan persalinan memang masih berkembang. Beberapa studi pada ibu yang sedang menjalani persalinan menunjukkan bahwa Rebozo berpotensi membantu mengurangi persepsi nyeri dan meningkatkan pengalaman atau kepuasan selama persalinan.
Penelitian lain pada ibu yang menjalani persalinan pertama juga menemukan adanya penurunan tingkat nyeri dan kecemasan serta peningkatan kepuasan persalinan pada kelompok yang mendapatkan teknik Rebozo. Namun, penelitian tersebut dilakukan selama proses persalinan, bukan untuk mengobati nyeri panggul pada trimester ketiga.
Jadi, beberapa manfaat Rebozo yang saat ini lebih masuk akal untuk disampaikan adalah:
- Membantu Mommy lebih rileks: Gerakan yang lembut dan berirama dapat memberikan sensasi nyaman selama kehamilan atau persalinan.
- Membantu mengelola rasa nyeri saat persalinan: Beberapa penelitian menunjukkan Rebozo berpotensi membantu menurunkan persepsi nyeri ketika digunakan sebagai metode pendamping selama persalinan (Tandoğan & Oskay, 2024).
- Mendukung pengalaman persalinan yang lebih nyaman: Penelitian pada ibu yang menjalani persalinan pertama menunjukkan adanya peningkatan kepuasan persalinan setelah penggunaan Rebozo (Tuncay et al., 2025).
Namun, perlu diluruskan juga, Mom. Belum cukup bukti untuk mengatakan bahwa Rebozo pasti dapat memperbaiki posisi bayi, membuat kepala bayi otomatis masuk panggul, atau menjamin persalinan menjadi lebih lancar. Penelitian mengenai manfaat tersebut masih terbatas dan hasilnya belum cukup kuat untuk menjadikannya sebagai klaim pasti. Bahkan, penelitian terbaru yang mengevaluasi penggunaan Rebozo untuk mencegah persalinan dengan bantuan pada kondisi tertentu masih berupa pilot trial dan menunjukkan bahwa penelitian yang lebih besar masih diperlukan (Hillier et al., 2026).
Karena itu, kalau Mommy ingin mencoba Rebozo, anggap teknik ini sebagai pendamping untuk relaksasi dan kenyamanan, bukan sebagai pengganti pemeriksaan kehamilan atau terapi medis.

4 Langkah Melakukan Teknik Rebozo di Rumah Bersama Suami
Kalau Mommy ingin mencoba teknik Rebozo di rumah, lakukan dengan gerakan yang pelan, lembut, dan tetap mengikuti kenyamanan tubuh. Papa bisa membantu menjaga gerakan kain tetap stabil selama Mommy berada dalam posisi yang nyaman.
1. Siapkan Kain yang Nyaman
Pertama, siapkan kain panjang yang cukup lebar, kuat, dan tidak mudah bergeser saat digunakan. Mommy tidak harus punya kain Rebozo khusus. Kain jarik batik, selendang panjang berbahan katun, atau kain panjang dengan bahan yang tidak licin bisa menjadi alternatif selama ukurannya cukup untuk melingkari area panggul atau bokong dengan nyaman.
Sebaiknya pilih kain yang teksturnya lembut agar tidak membuat kulit bergesekan atau terasa sakit. Hindari kain yang terlalu tipis, mudah robek, terlalu licin, atau terlalu sempit karena dapat membuat kain mudah bergeser saat digerakkan oleh Papa.
Sebelum mulai, pastikan kain cukup panjang untuk dipegang Papa dari kedua sisi tanpa harus menariknya terlalu kuat. Kain sebaiknya terasa menopang, bukan mengikat atau menekan tubuh Mommy.
Kalau menggunakan kain jarik, pilih bagian kain yang masih dalam kondisi baik dan tidak memiliki bagian yang robek atau serat yang sudah longgar. Untuk tambahan kenyamanan, Mommy juga bisa mengenakan pakaian yang bahannya lembut dan tidak terlalu tebal di antara kulit dan kain.
2. Pilih Posisi yang Nyaman
Mommy tidak harus menggunakan satu posisi tertentu. Pilih posisi yang membuat tubuh terasa stabil dan rileks, misalnya:
- berlutut sambil bersandar pada sofa atau tempat tidur;
- merangkak dengan bertumpu pada tangan dan lutut;
- bersandar pada gym ball yang stabil;
- atau berdiri sambil berpegangan pada permukaan yang kokoh.
Hindari posisi yang membuat Mommy pusing, sesak, atau justru memperparah nyeri panggul.
3. Letakkan Kain di Area Panggul
Papa dapat membantu menempatkan kain di sekitar area panggul atau bokong sesuai teknik Rebozo yang sudah dipelajari.
Pastikan:
- kain tidak menekan perut;
- lilitan tidak terlalu kencang;
- Mommy tetap bisa bernapas dan bergerak dengan nyaman;
- tidak ada rasa terjepit atau nyeri saat kain digerakkan.
Tekanan yang diberikan sebaiknya ringan. Rebozo bukan teknik untuk menarik atau menekan panggul dengan kuat.
4. Goyangkan Kain Secara Perlahan
Setelah posisi Mommy dan kain sudah nyaman, Papa dapat menggerakkan kain secara perlahan ke kanan dan kiri dengan ritme yang lembut.
Mommy bisa sambil:
- menarik napas perlahan;
- melemaskan bahu dan panggul;
- memberi tahu Papa jika gerakannya terasa terlalu kuat;
- dan meminta berhenti kapan saja jika terasa tidak nyaman.
Tidak perlu mengguncang panggul dengan kuat atau mengejar durasi tertentu. Sampai saat ini, belum ada standar medis yang menetapkan durasi atau intensitas Rebozo yang harus dilakukan di rumah.
Penelitian terbaru memang menunjukkan potensi Rebozo dalam membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan pengalaman persalinan. Namun, penelitian tersebut dilakukan pada ibu yang sudah berada dalam proses persalinan, sehingga hasilnya belum dapat digunakan untuk memastikan manfaat Rebozo sebagai rutinitas di rumah selama trimester ketiga (Tandoğan & Oskay, 2024; Tuncay et al., 2025).
Kapan Sebaiknya Melakukan Rebozo?
Tidak ada bukti yang cukup untuk mengatakan bahwa Mommy harus melakukan Rebozo setiap malam sebelum tidur. Jika kehamilan berjalan normal dan dokter atau bidan tidak memberikan pembatasan aktivitas, Mommy dapat menjadikannya sebagai salah satu cara relaksasi yang dilakukan sesuai kenyamanan tubuh. ACOG menyebutkan bahwa aktivitas fisik pada kehamilan umumnya aman pada kehamilan tanpa komplikasi, tetapi aktivitas tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu (ACOG, 2020).
Selain teknik Rebozo, memperhatikan posisi tubuh saat beraktivitas dan beristirahat juga penting, terutama ketika perut sudah semakin besar di trimester ketiga. Posisi duduk yang kurang tepat dapat membuat area panggul dan punggung terasa semakin tidak nyaman. Mommy bisa membaca Hati-Hati, Mom! Bahaya Posisi Duduk Sembarangan Saat Hamil dan Cara Memperbaikinya untuk mengetahui posisi duduk yang lebih nyaman selama kehamilan.
Apakah Rebozo Bisa Dilakukan Sendiri?
Sebaiknya tidak, Mom.
Karena kain perlu dipegang dan digerakkan dari luar tubuh, Mommy lebih aman melakukannya bersama Papa, pendamping persalinan, bidan, atau orang yang sudah memahami tekniknya.
Papa juga perlu memperhatikan respons Mommy selama gerakan berlangsung.
Tidak Punya Gym Ball? Tidak Masalah
Gym ball bukan syarat untuk melakukan Rebozo. Mommy bisa menggunakan posisi lain yang tetap stabil, seperti berlutut sambil bersandar pada sofa atau tempat tidur.
Yang terpenting, pilih posisi yang membuat Mommy aman, nyaman, dan tidak memperparah keluhan panggul.
Kapan Harus Berhenti dan Menghubungi Dokter?
Jangan lanjutkan aktivitas jika Mommy mengalami tanda yang tidak biasa, seperti:
- perdarahan dari vagina;
- keluar atau merembes cairan yang dicurigai sebagai ketuban;
- kontraksi yang teratur dan terasa nyeri;
- pusing atau merasa ingin pingsan;
- sesak napas atau nyeri dada;
- nyeri perut atau panggul yang berat;
- atau gerakan Si Kecil terasa berkurang.
Kesimpulan
Nyeri selangkangan dan panggul di trimester 3 memang bisa bikin Mommy kurang nyaman. Teknik Rebozo bisa menjadi salah satu cara relaksasi yang dilakukan bersama Papa selama gerakannya lembut dan sesuai kondisi tubuh Mommy.
Yang terpenting, jangan memaksakan gerakan jika terasa sakit atau tidak nyaman. Kalau keluhan semakin berat atau disertai tanda yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter atau bidan.
Jangan lupa save dan share artikel ini ke Papa, ya, Mom, supaya bisa jadi panduan saat ingin mencoba Rebozo bersama di rumah!
Sumber
- Hillier, K. L., Eley, V., Humphrey, T., Ballard, E., & Lee, N. (2026). Use of the Rebozo in second stage labour to reduce the incidence of assisted vaginal births for nulliparous women: A pilot randomised controlled trial. Women and birth : journal of the Australian College of Midwives, 39(1), 102134. https://doi.org/10.1016/j.wombi.2025.102134
- Physical Activity and Exercise During Pregnancy and the Postpartum Period: ACOG Committee Opinion, Number 804 (2020). Obstetrics & Gynecology, 135(4), e178-e188. https://doi.org/10.1097/AOG.0000000000003772
- Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. (2015). Pelvic girdle pain and pregnancy. https://www.rcog.org.uk/for-the-public/browse-our-patient-information/pelvic-girdle-pain-and-pregnancy/
- Tandoğan, Ö., & Oskay, Ü. (2024). The effect of Rebozo technique on perceived labour pain and childbirth experience: A randomized controlled trial. Medicine, 103(35), e39346. https://doi.org/10.1097/MD.0000000000039346
- Tuncay, Z., Cayir, G., Selman, H. S., & Karaahmet, A. Y. (2025). Effects of the Rebozo technique on labor outcomes in primiparous women: A randomized controlled trial. Explore (New York, N.Y.), 21(6), 103282. https://doi.org/10.1016/j.explore.2025.103282
Artikel Terkait
Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.









